KULON PROGO - Pemkab Kulon Progo kembali merombak jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP).
Perombakan ini, ditandai dengan pelantikan sejumlah kepala OPD, pejabat administrator, hingga pengawas di Aula Adikarto Kompleks Pemkab Kulon Progo, Rabu (8/7/2026).
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyampaikan, ada sembilan JPTP, 21 pejabat administrator, 14 pejabat pengawas, dua kepala puskesmas, dan 30 pejabat fungsional.
Semua jabatan yang baru dilantik merupakan komponen strategis dalam menyusun kebijakan pembangunan daerah.
"Pengisian JPTP kali ini menerapkan manajemen talenta, sehingga tidak perlu menggunakan lelang jabatan," ucap Agung, Rabu (8/7/2026).
Agung menjelaskan, pemkab telah mendapat rekomendasi resmi manajemen talenta dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Alhasil, pada pengisian JPTP periode ini, dilakukan dengan sistem manajemen talenta. Pemkab telah melalui tahapan pemetaan talenta, penilaian kompetensi, hingga penetapan peringkat.
Baca Juga: Kim Klaim Banyak Pemain Yang Ingin Gabung ke PSS Sleman
Dalam pelantikan tersebut, pejabat produk talent pool ialah Tri Wahyudi yang kini menaungi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kulon Progo. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kulon Progo.
Secara pangkat, kabag ada di eselon III A, sedangkan JPTP eselon II B. Tanpa menggunakan lelang jabatan, Tri Wahyudi mampu naik jabatan melalui mekanisme talent pool.
Selain Tri Wahyudi terjadi peombakan di beberapa kepala OPD. Paling mencolok ialah Kepala BKPSDM Kulon Progo yang kini dijabat Triyanto Raharjo, sedangkan Sudarmanto kini menjabat menjadi Kepala BKAD.
Baca Juga: Tak Sekadar Tampung Aspirasi, Rumah Rakyat Jateng Kini Jadi Pusat Layanan Adminduk
"Saya berharap setelah dilantik, pejabat dapat menunjukkan kinerja," ucapnya.
Agung berharap, pejabat yang dilantik dapat menunjukkan kinerja terbaiknya di tempat baru.
Di tempat baru, pejabat juga harus menunjukkan sikap kepemimpinan. Termasuk menjunjung tinggi integritas, khususnya pelayanan publik. (gas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita