Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemprov DIY Kejar Penyelesaian Jalan Penghubung Sleman-Gunungkidul, Target Rampung di 2027 Belum Bergeser  

Fahmi Fahriza • Selasa, 9 Juni 2026 | 18:44 WIB
TERHUBUNG: Pengendara kendaraan bermotor melintas di jalan alternatif Sleman-Gunungkidul dan melewati jembatan Kedungkandang, di wilayah Kapanewon Patuk, Gunungkidul.
TERHUBUNG: Pengendara kendaraan bermotor melintas di jalan alternatif Sleman-Gunungkidul dan melewati jembatan Kedungkandang, di wilayah Kapanewon Patuk, Gunungkidul.

JOGJA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY masih mempertahankan target penyelesaian pembangunan jalan tembus yang menghubungkan Sleman dan Gunungkidul pada 2027. Namun, penyelesaian penuh proyek tersebut masih bergantung pada ketersediaan anggaran untuk membangun ruas yang tersisa sekitar 3 kilometer lagi.

Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY Wira Sasongko Putro mengatakan, progres pembangunan hingga pertengahan 2026 ini masih berjalan sesuai rencana. Saat ini masih berupaya mencari sumber pembiayaan untuk menyelesaikan sisa ruas yang belum terbangun.

"Konstruksi masih berlangsung di ruas Prambanan–Gayamharjo. Yang sudah on going 1,525 kilometer. Untuk 3 km, masih diusahakan via Inpres Jalan Daerah (IJD) atau Danais," katanya, Selasa (9/6/2026).

Baca Juga:   PHRI DIY Usulkan Tambah Armada Shuttle Wisata demi Jaga Minat Wisatawan Berkunjung dan Menginap di Jogja  

Sementara, terkait target penyelesaian juga tidak berubah, yakni di tahun 2027-2028 mendatang. "Kita masih berharap di 2027 selesai sepenuhnya. Tapi tentu perlu mempertimbangkan ketersediaan fiskal," ungkapnya.

Sebagai konteks, jalur baru yang menghubungkan Prambanan–Gayamharjo–Tawang–Ngalang–Gading memiliki total panjang 27,58 kilometer. Sebagian besar ruas telah selesai dibangun, sementara pekerjaan yang tersisa berada pada segmen Prambanan–Gayamharjo sepanjang 9,08 kilometer.

Dari total panjang jalur tersebut, sebanyak 4,555 kilometer telah rampung. Rinciannya, 3,205 kilometer dibangun melalui skema IJD dan 1,35 kilometer menggunakan Danais.

Baca Juga: Harga MinyaKita Non Subsidi Naik, Pedagang Kulon Progo Kesulitan Mencari Minyak Subsidi

Sementara, sisa pekerjaan sepanjang 4,525 kilometer terdiri dari 1,525 kilometer yang saat ini sedang dalam tahap konstruksi serta sekitar 3 kilometer yang masih menunggu kepastian pendanaan.

Wira memaparkan, jalan ini diproyeksikan menjadi akses strategis yang menghubungkan kawasan Exit Tol Bokoharjo dengan wilayah Gunungkidul. Selain mempercepat mobilitas masyarakat, jalur ini juga diharap mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang investasi baru di kawasan yang dilintasi.

Wira menegaskan, hingga saat ini pelaksanaan proyek juga masih berjalan sesuai jadwal tanpa hambatan berarti.

Sementara itu, dampak pembangunan jalan mulai dirasakan masyarakat, terutama di wilayah Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Prambanan. Lurah Sambirejo Wahyu Nugroho, menyebut peningkatan aksesibilitas telah memicu pertumbuhan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Baca Juga: Polisi Sebut Oknum Dosen UGM Tidak Terima Aliran Dana Daycare Little Aresha Meski Berperan Sebagai Penasihat Yayasan 

"Sudah mulai terasa, walau belum tembus jalannya tapi sudah dapat manfaat. UMKM banyak yang jualan," ulasnya.

Ia menambahkan, kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi di wilayah Sambirejo juga mulai mengalami peningkatan. Kondisi tersebut menurutnya didukung akses jalan yang semakin baik menuju kawasan wisata unggulan seperti Tebing Breksi dan Candi Ijo.

"Selama pembangunan ini ada peningkatan ekonomi di Sambirejo, ada peningkatan 20 sampai 30 persen dari biasanya," tambahnya.

Meski menyambut positif pembangunan jalan baru tersebut, Pemerintah Kalurahan Sambirejo berharap Pemprov DIY segera menyiapkan rencana induk pengembangan kawasan Sleman timur agar pertumbuhan yang terjadi dapat dikelola secara terarah.

Baca Juga: Hingga Juni 2026, Baznas Kulon Progo Telah Salurkan Bantuan Rehab RTLH di 30 Titik

"Harapannya ada master plan tentang rencana pengembangan di Sleman timur, seperti rest area, fasilitas umum, parkir. RTH juga mulai ditata, jadi ketika investor masuk, sudah tidak ada benturan dengan kondisi lingkungan," harapnya.

Lebih lanjut, Wahyu juga mengingatkan pentingnya memperhatikan aspek lingkungan dan mitigasi bencana, mengingat wilayah Sambirejo berada di kawasan perbukitan dengan keterbatasan sumber daya air.

"Karena kita di atas bukit dan airnya juga tidak mudah. Kalau semakin banyak pembangunan, itu juga harus dipertimbangkan," tambahnya. (iza/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#sleman-gunungkidul #Pemprov DIY #Danais #inpres jalan daerah #jalan penghubung