Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bahas Raperda, DPRD Kebumen Soroti Laporan Kinerja Keuangan BUMD dan Diminta Transparan Soal Kondisi Keuangan

Muhammad Hafied • Jumat, 8 Mei 2026 | 07:08 WIB
Ketua Komisi C DPRD Kebumen Bambang Suparjo
Ketua Komisi C DPRD Kebumen Bambang Suparjo

 

 

 

 

 

KEBUMEN - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kebumen diminta bersikap transparan terhadap kondisi keuangan di masing-masing perusahaan. Penegasan ini disampaikan banyak pihak saat berlangsung rapat dengar pendapat membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tekait penyertaan modal BUMD di gedung DPRD Kebumen, Kamis (7/5).

 

Ketua Komisi C DPRD Kebumen Bambang Suparjo menyatakan, sudah sepatutnya BUMD sebagai perusahaan yang berangkat dari modal uang rakyat lebih terbuka. Dia mendorong setiap BUMD segera melaporkan hasil kinerja perusahaan secara berkala kepada masyarakat.

 "Jajaran direksi BUMD tolong catat dan perhatikan soal transparansi dan akuntabilitas. Itu semua uang rakyat harus dipertanggungjawabkan," tegas Bambang saat merespon pembahasan raperda.

Baca Juga: Hadapi Ancaman Megathrust, Basarnas Yogyakarta Klaim Alut Evakuasi Sudah Lengkap

Menurutnya, jumlah penyertaan modal yang diberikan kepada delapan BUMD sampai dengan 2025 nilainya tidak sedikit. Totalnya mencapai Rp 170 miliar. Bahkan di periode mendatang modal BUMD akan terus ditambah hingga Rp 76,4 miliar.

Oleh sebab itu, transparansi laporan keuangan menjadi sebuah kewajiban agar masyarakat dapat menilai kinerja setiap BUMD. "Tidak boleh sembarang. Itu uang rakyat. Satu rupiah pun harus jelas peruntukannnya," jelasnya.

 

Bambang pun memberikan keleluasaan bagi BUMD terkait teknis penyampaian informasi publik mengenai laporan keuangan perusahaan. Salah satu caranya, kata dia, BUMD dapat menggandeng awak media untuk memfasilitasi publikasi laporan.

Baca Juga: Dukungan Gelar Pahlawan Bagi Sultan HB II Terus Mengalir dari Akademisi dan Ulama: 'Pantas Diingat dan Dikenang'

 Kemudian, dia juga mendorong agar BUMD lebih responsif dengan memanfaatkan berbagai platform media sosial sebagai wadah penyampaian laporan keuangan kepada masyarakat secara luas. "Silahkan setiap bulan pakai media atau medsos, total pendapatan berapa itu harus terbuka," bebernya.

 

Selain itu, Bambang berpesan agar BUMD tak bosan melakukan evaluasi dan pembenahan di tataran internal. Hal ini dinilai cukup penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta daya saing usaha di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.

"Misal antarperbankan, silahkan berkompetisi yang sehat. Cari strategi untuk meningkatkan PAD kita," ucapnya di hadapan jajaran direksi BUMD yang hadir.

Baca Juga: Jemaah Haji asal Yogyakarta Mulai Terserang Heat Stroke, Suhu Tanah Suci Tembus 43 Derajat

Sementara itu, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Putra Bangsa (UPB) Kebumen Akhmad Syarifudin mengatakan, sebuah keharusan bagi BUMD menyodorkan laporan kinerja keuangan kepada publik. Selain sebagai bentuk profesionalitas, transparansi kinerja di perusahaan pelat merah ini juga menjadi bagian menjaga kepercayaan publik.

 

Menurut dia sulit bagi sebuah perusahaan mengembangkan sektor bisnis jika kepercayaan masyarakat tidak dijaga. Dari transparansi keuangan perusahaan itulah menjadi gerbang membangun kepercayaan masyarakat.

"Masyarakat butuh tahu, nanti mereka paham dan mengerti. Ketika kepercayan meningkat, jadi tidak khawatir mau ambil kredit atau deposit misalkan," jelasnya. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#laporan keuangan #dprd kebumen #Raperda #Bambang Suparjo #BUMD