"DIY memberikan banyak pembelajaran berharga. Praktik digitalisasi yang sudah berjalan ini akan kami pelajari, adaptasi, dan implementasikan di NTT," ujar Emanuel Melkiades Laka Lena seusai acara, Senin (27/4/2026).
Ia mengapresiasi berbagai inovasi digital yang telah diterapkan di DIY. Khususnya terkait aspek pertanian, misalnya platform seperti dipanen.id menjadi contoh konkret bagaimana digitalisasi mampu menciptakan sistem perdagangan hasil pertanian yang transparan, efisien, menguntungkan petani, sekaligus berkontribusi dalam pengendalian inflasi daerah.
"Digitalisasi ini sangat membantu menjaga stabilitas produksi, memberikan kepastian harga bagi petani, serta menekan inflasi daerah. Kami juga siap memperkuat sinergi lintas daerah untuk membangun ekosistem ekonomi yang lebih terintegrasi,” bebernya.
HB X juga menegaskan bahwa setiap kebijakan pembangunan merupakan proses berkelanjutan yang tidak lepas dari dinamika keberhasilan dan tantangan.
“Dari proses itu kita belajar. Yang penting adalah keyakinan untuk terus menyempurnakan kebijakan agar manfaatnya bisa dirasakan secara luas,” ujarnya.
Ia menilai keterbukaan komunikasi maupin informasi secara langsung maupun daring akan mempercepat pertukaran pengetahuan dan replikasi program unggulan.
"Kami telah mengembangkan jaringan fiber optik yang mendukung digitalisasi lintas sektor, mulai dari pendidikan hingga pelayanan publik, yang kini diperluas ke sektor pertanian, transportasi, perpajakan, dan sektor strategis lainnya," paparnya.
Sementara itu, Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menambahkan bahwa penguatan sektor pertanian di DIY juga didukung melalui program Lumbung Mataraman. Program tersebut telah berkembang di berbagai wilayah kabupaten/kota.
"Program ini mengedepankan pemanfaatan lahan pekarangan berbasis masyarakat dengan komoditas bernilai ekonomi, serta melibatkan petani milenial sebagai motor penggerak," ujarnya. (oso)
Editor : Winda Atika Ira Puspita