JOGJA - Fasilitas stasiun pengisian daya (charging station) becak listrik di DIY masih sangat minim, bahkan pemprov baru memiliki satu titik dari ratusan armada yang beroperasi.
Kondisi ini menyulitkan pengemudi karena harus mengandalkan pengisian baterai dari rumah sebelum mencari penumpang.
Salah satu tukang becak listrik yang kerap mangkal di Jalan Pasar Kembang Dani Pramono mengakui, kurangnya fasilitas stasiun pengisian daya memang tidak jarang menyusahkan.
Lantaran tukang becak listrik mau tidak mau harus mengisi baterai penuh dulu di rumah sebelum mencari penumpang.
Padahal perjalanan dari rumah ke tempat mangkal juga cukup menghabiskan daya baterai.
“Jika stasiun pengisian daya banyak, tentu akan memudahkan kami untuk wira-wiri cari penumpang,” ujar pria asal Bantul ini saat ditemui beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Miliki Asrama Atlet Sendiri, NPCI Jawa Tengah Diharapkan Dongkrak Prestasi
Dani menyatakan, dalam sehari tukang becak listrik bisa melakukan empat kali perjalanan dengan penumpang pada hari biasa.
Kemudian ketika masa musim libur panjang bisa menyentuh hingga enam sampai delapan kali perjalanan penumpang.
Menurutnya, banyaknya perjalanan dan penumpang tentu membutuhkan daya listrik yang lebih besar.
Sehingga dia berharap stasiun pengisian baterai becak listrik bisa ditambah. Terlebih pada kawasan destinasi wisata yang banyak memiliki potensi penumpang.
“Kalau ditambah ya pasti sangat membantu kami sekali,” ucap Dani.
Sementara itu, Kepala Seksi Angkutan Tidak Dalam Trayek dan Antar Wilayah Dinas Perhubungan DIY Agha Perdana Putro mengakui, fasilitas stasiun pengisian daya becak listrik memang minim.
Baca Juga: Penerima Manfaat MBG Bakal Digeser ke Anak Kurang Gizi, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo: Kami Dukung!
Pun Pemprov DIY baru memiliki satu titik di Tempat Khusus Parkir (TKP) Ketandan dengan kapasitas enam armada.
Padahal populasi becak listrik yang beroperasi di Jogjakarta terbilang cukup banyak. Data terakhir jumlahnya mencapai sekitar 290 unit.
Jumlah ini diprediksi akan terus bertambah karena banyak pihak swasta yang mendukung hibah becak listrik.
Menghadapi minimnya fasilitas stasiun pengisian daya, Agha menyatakan, pemprov berencana menggandeng pemerintah kota dan swasta agar bisa membantu menyediakan.
Sehingga stasiun pengisian daya bagi becak listrik bisa ada di titik-titik strategis seperti Malioboro.
Dia menyatakan, Dishub DIY juga rutin melakukan pemeriksaan terhadap armada becak listrik. Misalnya Rabu (15/4/2026), ada sembilan armada yang dicek keamanan dan kelayakannya dari sisi teknis kendaraan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan mayoritas temuan hanya berupa lampu sein yang tidak menyala.
“Mengingat becak ini digunakan oleh masyarakat luas, kami harus memastikan fungsi rem berjalan baik, sistem elektrikal aman, dan tidak ada kebocoran arus,” katanya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita