Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

ASN Keluyuran? Hati-Hati Otomatis Tercatat Tidak Bisa Absen, Pemprov DIY Terapkan Presensi Ketat selama Penerapan WFH Ini Dia

Agung Dwi Prakoso • Rabu, 15 April 2026 | 18:42 WIB
HARI PERTAMA: Situasi Kompleks Kepatihan Jogja usai pemberlakuan WFH, Rabu (15/4). Pemprov lakukan pengetatan pada sistem presensi dengan geo tagging. AGUNG DWI PRAKOSO/RADAR JOGJA
HARI PERTAMA: Situasi Kompleks Kepatihan Jogja usai pemberlakuan WFH, Rabu (15/4). Pemprov lakukan pengetatan pada sistem presensi dengan geo tagging. AGUNG DWI PRAKOSO/RADAR JOGJA

JOGJA - Hari pertama penerapan work from home (WFH)  di lingkungan Pemprov DIY berjalan relatif lancar Rabu (15/4/2026), namun pengawasan terhadap ASN menjadi perhatian utama.

Untuk mencegah pegawai keluyuran, pemprov merencanakan penambahan absensi hingga tiga kali sehari dengan sistem geo tagging.

Pantauan Radar Jogja, Kantor Kepatihan Jogja sedikit lebih lengang daripada biasanya.

Baca Juga: Penerima Manfaat MBG Bakal Digeser ke Anak Kurang Gizi, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo: Kami Dukung! 

Hilir mudik kendaraan pelat merah juga lebih berkurang. Kendaraan yang masuk, mayoritas merupakan tamu beberapa acara yang memang diadakan di Bangsal Kepatihan.

Setelah agenda selesai, kawasan kepatihan pun tampak lebih sepi.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, laporan dari kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pada hari pertama WFH beberapa ruang kantor mulai tidak digunakan. 

Beberapa bidang di kantor dinas yang terkait bekerja menjadi satu tempat.

Baca Juga: Banting Setir hingga Lewati Marka, Kurang Konsentrasi Picu Kecelakaan Dua Truk di Jalur Blondo-Sawitan

"Ini untuk mengontrol terkait dengan penggunaan energi," ujarnya saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Jogja, Rabu (15/4/2026).

Untuk melakukan pemantauan kaitannya dengan efektivitas penggunaan energi, ia akan melihat laporan pengeluaran pembayaran listrik.

Kemudian dalam konteks penghematan bahan bakar minyak (BBM), setiap sekretaris OPD akan meminimalisasi mobilitas penggunaan kendaraan stafnya.

"Jadi sekarang juga banyak kendaraan dinas di pull di kantor," ucapnya.

Baca Juga: Petani Lendah Kulon Progo Ikuti Bimtek, Cegah Hama Tikus Sejak Dini

Sejauh yang ia amati, hari pertama pelaksanaan WFH di wilayahnya berjalan dengan baik dengan tetap mengutamakan kualitas layanan publik.

Selanjutnya, untuk memastikan aparatur sipil negara (ASN) bekerja dengan semestinya, ia berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) terkait mekanisme presensi.

Para ASN yang WFH melakukan presensi dengan sistem jarak jauh dan geo tagging.

Baca Juga: Keluhkan Mual Muntah Diare, 75 Siswa di SMP Negeri 3 Jetis Bantul Diduga Keracunan MBG

Sistem tersebut dilakukan untuk mengantisipai ASN keluyuran. Sebab, absensi hanya bisa dilakukan di lokasi atau rumah yang sudah didaftarkan ke Pemprov DIY. "Kalau dia jalan-jalan otomatis tidak bisa absen," bebernya.

Pihaknya juga berencana memberlakukan absensi para ASN sebanyak tiga kali yakni pagi, siang dan sore ketika selesai bekerja.

Hal itu bertujuan untuk memastikan bahwa ASN bekerja semestinya.

"Kalau (absen) dua kali kan seperti normal pada umumnya, kalau tiga kali siang bisa dilihat kembali dia posisinya di mana," ucapnya. (oso/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#presensi #Pemprov DIY #wfh #absen #ASN