JOGJA - Keberadaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Sewon telah berjalan ratusan tahun.
Sangat bermanfaat bagi masyarakat. Seiring berjalannya waktu, terus dilakukan pengembangan dan optimalisasi.
“IPAL Sewon sudah ada sejak 1932 yang terkenal dengan sebutan IPAL Ngasem. Jaringan pipa terbentang sepanjang 140,7 km,” ujar Kepala Balai Pengelolaan Air Limbah dan Pengembangan Jasa Konstruksi Dinas PUPESDM DIY Erny Sonya Pontoh saat berbicara dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) yang digelar di Dinas PUPESDM DIY Jalan Bumijo Jogja, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga: Limbah Gilingan Kapur Cemari Lahan Pertanian, Petani Rongkop Mengeluh
FKP mengangkat tema “Pengelolaan Air Limbah Domestik untuk Mendukung Sanitasi Aman dan GO HIDRO (Aplikasi Monitoring Telemetri untuk Pemantauan Data Hidrologi)”.
Acara mengundang berbagai pemangku kepentingan seperti hotel, rumah sakit organisasi perangkat daerah (OPD) provinsi, kabupaten, dan kota se-DIY, dan perguruan tinggi.
Erny menjelaskan, jaringan pipa IPAL Ngasem dibangun dengan sistem tricking filter. Kapasitasnya 10 lt/detik atau 864 m3/hari. Setara air limbah 6.912 jiwa. IPAL Sewon terus berkembang.
Baca Juga: 41,50 Ha Kawasan Kumuh Masih Jadi PR Pemkot Jogja, Bantaran Sungai Jadi Fokus Pengentasan
Sejak 2022 dioperasikan dengan sistem aerobic activated sludge. Bahkan, menjadi satu-satunya pengolahan air limbah dengan metode sequencing batch reactor (SBR).
IPAL Sewon mencakup Kota Jogja, Sleman, dan Bantul. Biasa disingkat Kartamantul. Kota Jogja hampir seluruh wilayahnya terhubung dengan IPAL Sewon.
Sedangkan Sleman meliputi empat kapanewon dan Bantul tiga kapanewon. Total jaringan air limbah IPAL Sewon mencapai 323,39 Km.
Baca Juga: PDAM Bantul Antisipasi Kemarau dengan Cara Pemeliharaan Rutin dan Siapkan Pompa Cadangan
Terdiri jaringan pipa induk sepanjang 92,58 Km, jaringan pipa lateral 209,82 Km dan jaringan pipa gelontor 20,07 Km. Ditambah jaringan pipa outfall sepanjang 0,92 Km.
Kebutuhan sambungan rumah (SR) ke sistem IPAL Sewon terus bertambah. Total SR yang dilayani mencapai 26.050 SR.
Kapasitas volume air masuk rata- rata 19.605 m3/hari dan BOD IN 339 mg/liter. Selanjutnya, pada 2021 dilaksanakan pekerjaan meningkatkan kapasitas IPAL Sewon dari 25.000 SR menjadi 75.000 SR.
Baca Juga: DPUPKP Sleman Akan Bangun Tiga Jembatan Tahun Ini, Pastikan Konstruksi Kuat Selama 50 Tahun
Erny mengajak masyarakat aktif melaporkan bila ada saluran IPAL Sewon yang tersumbat.
Call center resmi telah disediakan guna menerima laporan tersebut.
“Kondisi perpipapaan usianya sudah lama sehingga pemeliharaan dilakukan bertahap,” ujarnya.
Sekretaris Dinas PUPESDM DIY Tri Silawati menambahkan, tujuan FKP untuk memperoleh pemahaman dan solusi dari penyelanggara pelayanan masyarakat.
Baca Juga: DPUPKP Sleman Akan Bangun Tiga Jembatan Tahun Ini, Pastikan Konstruksi Kuat Selama 50 Tahun
Dia menyampaikan rancangan kebijakan, penerapan, dampak hingga evaluasi terkait IPAL Sewon.
“Perwakilan masyarakat bisa ikut serta mengawasi pelaksanaan kebijakan,” ujarnya.
Dalam forum juga disosialisasikan terkait aplikasi Go Hidro.
Aplikasi yang menyediakan data hidrologi secara real-time bagi masyarakat.
Baca Juga: Peringati Hari Jadi Ke-1.120, Wali Kota Magelang Menelusuri Jejak Argo Ismoyo hingga Moch Subroto
Aplikasi ini dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap cuaca ekstrem dan potensi bencana alam.
Sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya air yang lebih cermat dan responsif. (oso/kus)
Editor : Winda Atika Ira Puspita