MUNGKID - Belasan kursi strategis di lingkungan Pemkab Magelang bergeser dalam satu waktu. Rotasi sebanyak 14 pejabat pimpinan tinggi pratama ini bukan sekadar seremoni pelantikan. Melainkan sinyal konsolidasi kekuatan birokrasi di awal tahun anggaran.
"Ini tanggung jawab besar yang akan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan kepada Tuhan," tegas Bupati Magelang Grengseng Pamuji di Pendopo drh Soepardi, Rabu sore (18/2).
Rotasi kali ini menyentuh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang memegang peran vital. Beberapa di antaranya kepala disdikbud kini diisi oleh Wisnu Argo. Bappeda dinakhodai Nanda Cahyadi Probadi. Sementara M Taufik Yahya menjabat kepala BPPKAD.
Baca Juga: Unik! Masjid Gedhe Mataram Kotagede Gelar Dua Sesi Salat Tarawih, Bakda Isya dan Dini Hari
Dia menyebut, tahun 2026 menuntut birokrasi yang lebih lincah, responsif, dan adaptif terhadap perubahan, terutama di tengah transformasi digital global. Para pejabat yang dilantik diminta menjadi representasi wajah Pemkab Magelang dalam pelayanan publik.
Dia mengingatkan agar nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK tidak berhenti sebagai slogan, melainkan diterapkan dalam kinerja sehari-hari. "Tidak boleh ada lagi mentalitas ingin dilayani. Kita adalah pelayan masyarakat," tegas Grengseng.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Terjang DIY Hari Ini: Puluhan Rumah Rusak dan Pohon Tumbang di Bantul, Gunungkidul, hingga Kota Jogja
Selain itu, dia juga menegaskan tidak ada ruang bagi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di lingkungan Pemkab Magelang. Dia meminta seluruh pejabat menjaga integritas, menghindari gratifikasi, serta menjadi teladan dalam kedisiplinan dan kejujuran.
Sebab dia membutuhkan 'petarung yang berintegritas', bukan sekadar pejabat administratif. Para pejabat yang baru dilantik diminta segera melakukan konsolidasi di OPD masing-masing serta menindaklanjuti Rencana Aksi Daerah (RAD) yang telah disusun. (aya/pra)