JOGJA - Kursi jabatan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DIY resmi terisi.
Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X melantik Ghofar Ismail sekaligus menandai formasi kepala dinas di lingkungan Pemprov DIY semuanya telah terisi.
Dalam pidatonya, HB X mengatakan, pimpinan baru dituntut untuk mengalihkan gaya kerja dari pola kaku menjadi tindakan berbasis data.
Bukan hanya rutinitas administratif, kinerja kepemimpinan baru diharapkan dapat menjawab ekspektasi publik.
"Strategi boleh tepat, sistem boleh canggih. Tetapi, tanpa kepercayaan antarmanusia, keduanya tidak akan menghasilkan dampak. Ketika kepercayaan tumbuh, perintah berubah menjadi kesepahaman dan pekerjaan bertransformasi menjadi kolaborasi," ujarnya.
Pelantikan tersebut menandai terpenuhinya kekosongan jabatan definitif di lingkungan Pemprov DIY.
Jabatan kepala dinas PMPTSP lowong sejak Agus Priono diangkat sebagai Dubes Suriname pada Maret 2025 lalu.
DMPTSP dinilai menjadi garda terdepan dalam pelayanan investasi. Maka dari itu, HB X memberikan penekanan mengenai transformasi digital.
"Transformasi digital sejatinya adalah transformasi budaya kerja dari birokratis menjadi adaptif, dari silo menjadi kolaboratif, dari reaktif menjadi berbasis bukti," jelasnya.
Baca Juga: Tolak Tambang Pasir, Warga Sambeng Magleang Bawa Durian-Palawija ke Kantor Dewan
Ia menitipkan pesan agar pemimpin yang baru bisa menata kejernihan batin sebelum menata organisasi.
Batin yang teduh akan melahirkan keputusan yang bijaksana. Ujungnya dapat membangun legitimasi kepemimpinan di masyarakat.
"Keistimewaan DIY harus dirasakan masyarakat melalui manfaat nyata, dengan jabatan baru ini semoga dapat bergerak lebih lincah dan memberikan kepastian layanan yang lebih presisi," jelasnya. (oso)