MAGELANG — Pemkot Magelang mulai menggerakkan Program Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Infrastruktur (PRODAMAI) dengan memperkuat peran RT dan RW. Komitmen itu diwujudkan melalui penyerahan honorarium dan seragam kepada 400 ketua RT dan 73 ketua RW se-Kecamatan Magelang Tengah.
Camat Magelang Tengah Praditya Dedy Heryanto menyebut, ketua RT mendapat honorarium sebesar Rp 350 ribu per bulan dan ketua RW Rp 500 ribu per bulan. Penyerahan honorarium ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Melainkan bagian dari strategi memperkuat fondasi pembangunan yang dimulai dari lingkungan terkecil.
Baca Juga: Siswa SMP Tewas Tenggelam di Objek Wisata Menoreh River Camp, Kulon Progo, Satu Temannya Selamat
Dia menyebut, PRODAMAI menempatkan warga sebagai subjek utama pembangunan. "Perencanaan dimulai dari RT, sehingga RT dan RW memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan di lingkungannya," ujar Dedy di Pendopo Pengabdian, Kamis (18/12).
Dia menegaskan, kesiapan aparat kewilayahan menjadi faktor kunci agar PRODAMAI berjalan berkelanjutan. RT dan RW tidak hanya diposisikan sebagai pelaksana teknis, tetapi mitra pemerintah dalam menyerap aspirasi warga, menjaga ketertiban, hingga memastikan program pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan riil warga.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menilai, penyerahan honorarium merupakan bentuk pengakuan atas kerja nyata para ketua RT dan RW yang selama ini menjadi penghubung langsung antara pemerintah dan warga.
Menurutnya, RT dan RW adalah mitra strategis pemerintah. "Mereka menjaga kerukunan, ketertiban, dan memastikan pelayanan publik dirasakan langsung oleh masyarakat," kata Damar.
Dia menambahkan, penguatan peran RT/RW tidak bisa dilepaskan dari peningkatan kapasitas dan dukungan kelembagaan yang berkelanjutan. Pemkot, lanjut dia, berkomitmen memberikan pembinaan, fasilitasi, dan dukungan insentif secara berkala agar RT dan RW mampu menjalankan perannya secara optimal.
Melalui penguatan peran RT/RW dan implementasi PRODAMAI, kata Damar, Pemkot Magelang menargetkan pembangunan yang lebih partisipatif, tepat sasaran, dan berakar kuat dari kebutuhan warga. (aya)
Editor : Heru Pratomo