Empat puluh lima kelurahan di Kota Yogyakarta akan memperoleh tambahan anggaran hingga Rp 100 juta untuk mengatasi stunting. Hal itu ditegaskan Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto yang menyebut, sesuai dengan hasil pembahasan RAPBD tahun 2026, bisa dipastikan setiap Kelurahan di Kota Yogyakarta akan kita berikan Rp 100 juta per kelurahan.
"Bismillah tahun 2026, kami alokasikan anggaran Rp 100 juta bagi setiap kelurahan di Kota Yogyakarta. Totalnya Rp 4,5 miliar. Anggaran ini 100 persen untuk mengatasi stunting. Bisa dengan memberikan makanan sehat bagi balita, ibu hamil dan calon penganten yang memerlukan perhatian,” ujarnya dalam dialog bersama PKK, TPK, dan LPMK di Kelurahan Tegalpanggung, Danurejan, Rabu, (9/12).
Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan itu mengatakan, untuk mengatasi permasalahan stunting di Kota Yogyakarta harus dimulai dari keluarga dan lingkungan. Keluarga, lanjut dia, wajib peduli pada tumbuh kembang balita, menjaga kebersihan rumah, dan yang terpenting, melindungi anak dari paparan asap rokok.
"Penting pastikan tiap keluarga peduli tumbuh kembang anak. Perlu juga dijalankan penguatan Bank Sampah sebagai upaya vital untuk menjaga lingkungan tetap higienis dan sehat. Mengatasi stunting tidak cukup dengan makanan dan minuman, harus didukung infrastruktur yang baik bagi lingkungan," kata Eko yang didampingi anggota Komisi C DPRD Kota Yogyakarta Agus Riyanto.
Dia mendorong agar program ini didukung perbaikan pelayanan public. Termasuk ketersediaan ruang terbuka hijau, air bersih, dan kualitas udara, demi kenyamanan dan kesehatan aktivitas anak. "Tim pendamping keluarga (TPK) untuk aktif memantau distribusi bantuan. Ke depan, kami dorong adanya partisipasi masyarakat dengan gotong royong," kata Eko.
Dalam kesempatan yang sama, Lurah Tegalpanggung Ikhwan menyatakan dirinya terus mengajak warga untuk punya kepedulian percepatan penurunan stunting. Alokasi dana percepatan penurunan stunting, kata dia, akan bermanfaat sekali.
“Kami berharap bisa penuhi gizi penerima manfaat. Kami upayakan juga penyediaan lele juga telur dipenuhi dari usaha warga sendiri, dikelola oleh warga lewat koperasi merah putih, misalnya," katanya.
Kepala Puskesmas Danurejan Dewi Widyawati yang turut hadir memberikan paparan di hadapan ibu ibu kader PKK, penerima PMT dana keistimewaan juga tim pendamping keluarga, juga LPMK di Tegalpanggung. Dia mengingatkan pentingnya pemeriksaan balita ke Posyandu untuk memantau tumbuh kembang anak.
Diakuinya, program percepatan penanganan stunting jadi fokus perhatian pemerintah. Dia mencontohkan, jika ada balita gizi kurang memang perlu intervensi pemenuhan gizinya, termasuk untuk ibu hamil juga calon pengantin.
“Soal hidup sehat, jangan lupa ada bahaya bakteri e-coli kalau gunakan air sumur di Yogyakarta untuk minum. Masak air dengan benar agar tidak terkena infeksi penyakit diare yang bisa sebabkan kasus berulang balita kena penyakit, mari peduli keseharian balita kita," kata Dewi Widyawati. (*/pra)
Editor : Heru Pratomo