MUNGKID —Dalam delapan bulan terakhir, sejumlah kebijakan strategis diluncurkan Pemkab Magelang. Mulai dari pembagian seragam sekolah gratis, layanan antar jemput siswa tanpa biaya, hingga perawatan kesehatan rawat inap gratis bagi warga ber-KTP Magelang.
Wakil Bupati Magelang Sahid mengatakan, program seragam sekolah gratis menjadi salah satu langkah nyata pemkab dalam meringankan beban ekonomi keluarga, khususnya bagi siswa SD dan SMP. Bantuan ini, katanya, telah menyentuh sebagian besar sekolah negeri di wilayah Kabupaten Magelang, meski untuk sekolah swasta dan madrasah masih dilakukan secara bertahap.
Untuk sekolah swasta dan madrasah, lanjut dia, memang belum seluruhnya terjangkau, tetapi sebagian sudah menerima. "Kami berharap di anggaran 2026 nanti, program bantuan seragam gratis ini bisa lebih merata, mencakup seluruh sekolah negeri maupun swasta di jenjang SD dan SMP," ujar Sahid, Jumat (31/10).
Selain bantuan seragam, pemkab juga telah mengoperasikan program Angkutan Aman, yakni layanan antar jemput siswa gratis yang disiapkan oleh dinas perhubungan. Saat ini, program tersebut telah melayani sembilan rute aktif di berbagai wilayah kecamatan.
Dia menyebut, layanan ini masih terbatas, tetapi pemkab berencana menambah tiga rute lagi sehingga tahun depan menjadi 12 rute. "Harapannya, semakin banyak pelajar yang terbantu akses transportasinya," terang Sahid.
Program ini diharapkan tak hanya memudahkan mobilitas pelajar, tetapi juga membantu menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar di jalan raya serta mendorong kedisiplinan siswa.
Inovasi lain yang kini mulai dirasakan masyarakat adalah layanan rawat inap gratis bagi warga yang memiliki KTP Kabupaten Magelang. Program ini telah berjalan selama dua bulan di seluruh rumah sakit milik pemerintah daerah. "Oleh karena itu, kami tengah mempersiapkan peningkatan status Puskesmas Grabag dan Puskesmas Salaman menjadi rumah sakit tipe D, agar beban pasien di RS Merah Putih dan RS Muntilan bisa berkurang," jelasnya.
Langkah ini, lanjut Sahid, diharapkan dapat memperkuat sistem layanan kesehatan daerah sekaligus mendekatkan fasilitas medis ke masyarakat di wilayah yang jauh dari pusat kota.
Selain sektor pendidikan dasar, pemkab juga memberi perhatian besar terhadap generasi muda yang menempuh pendidikan tinggi. Melalui program beasiswa pemuda berprestasi, pemerintah memberikan bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa baru asal Magelang yang memiliki prestasi akademik atau non-akademik.
Pada tahun anggaran 2025, pemerintah baru mampu mengakomodasi sekitar 600 penerima beasiswa, namun jumlah ini direncanakan akan meningkat menjadi 1.000 penerima pada tahun 2026. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo