Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkot Jogja-Bank BPD DIY Bantu Perbaiki  Rumah Tak Layak Huni, Penghuni Senang karena Merasa Tak Mampu Membangun Sendiri

Adib Lazwar Irkhami • Senin, 27 Oktober 2025 | 04:04 WIB

PEDULI: Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo bersama jajaran OPD dan BPD DIY saat mendampingi pelaksanaan kegiatan bedah rumah, Minggu (26/10/2025).
PEDULI: Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo bersama jajaran OPD dan BPD DIY saat mendampingi pelaksanaan kegiatan bedah rumah, Minggu (26/10/2025).
JOGJA - Meski diguyur hujan sejak pagi, semangat Pemkot Jogja untuk membantu warga yang memiliki rumah tidak layak huni (RTLH) tetap tinggi.

Minggu (26/10/2025) pukul 06.30, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo bersama jajaran OPD serta BPD DIY mendampingi pelaksanaan kegiatan bedah rumah di dua lokasi sekaligus.

Dua penerima bantuan itu adalah Eny Widiastuty, warga Kampung Prawirodirjan RT 45 RW 14, Kelurahan Prawirodirjan, Kemantren Gondomanan, dan Arif Iswandono, warga Kampung Jlagran Gedongtengen, RT 12 RW 03, Kelurahan Pringgokusuman, Kemantren Gedong Tengen, Kota Jogja.

Program bantuan RTLH ini disalurkan oleh BPD DIY dengan masing-masing penerima mendapatkan bantuan senilai Rp 20 juta.

Selain itu, Wali Kota Hasto Wardoyo juga turut memberikan bantuan pribadi sebesar Rp 2 juta.

Dukungan tambahan juga datang dari jajaran OPD pendamping, antara lain, Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfo), Dinas Perindustrian, Koperasi UKM (Dinperindakop UKM), Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP), Kodim 0734 Kota Jogja serta DPRD Kota Jogja.

"Alhamdulillah hari ini (kemarin, Red) kita bisa bedah dua rumah. Yang satu tadi milik Bu Eni, kondisinya sudah rusak parah, bocor di mana-mana.

Penghuninya dua perempuan sampai stres karena air masuk terus,” jelas Wali Kota Hasto Wardoyo saat ditemui.

 Ia menambahkan, kondisi keluarga penerima bantuan cukup memprihatinkan. Salah satu anak bahkan sempat putus sekolah dan kini mengikuti program kejar paket. “Kalau tidak dibantu secara gotong royong, sulit.

Syukurlah semua pihak ikut turun tangan, baik dari Pak Dandim, Danramil, Kapolsek, hingga warga,” tambahnya.

Hasto juga menegaskan, kegiatan bedah rumah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan tidak ada warga yang tinggal di rumah tidak layak huni. “Dikumpulkan sedikit-sedikit akhirnya selesai.

Alhamdulillah di akhir tahun ini banyak yang membantu bedah rumah. Sampai kami kewalahan, tapi itu kami syukuri,” ungkapnya.

Baca Juga: Baru Satu Dapur MBG di Sleman yang Gunakan Rapid Test untuk Cegah Keracunan, untuk Uji Kandungan Kimiawi dari Sampel Bahan Pangan

Sementara itu, salah seorang penerima bantuan, Arif Iswandono, mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya.

Rumah miliknya yang berukuran 6x11 meter akan diperbaiki pada bagian atap dan lantai yang telah rusak. “Rencana yang mau diperbaiki itu atap dan lantai,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan, bantuan ini diajukan melalui pihak kelurahan dan disetujui dalam waktu sekitar satu bulan. “Pengajuan dari kelurahan, terus dinaikkan, dan alhamdulillah turun bantuannya,” ujarnya.

Arif juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Pemkot Jogja dan BPD DIY. "Perasaannya senang sekali.

Kalau membangun sendiri rasanya tidak mungkin mampu. Tapi dengan bantuan dari pemerintah, akhirnya bisa diperbaiki. Terima kasih,” tambahnya. (**/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#Dinas Pekerjaan Umum #OPD #Dinperindakop UKM #jlagran #kejar paket #dprd kota jogja #Kodim 0734 Kota Jogja #hasto wardoyo #BPD DIY #rumah tak layak huni (RTLH) #Gondomanan #DPUPKP #Wali Kota Jogja #Eny Widiastuty #Dinas Pekerjaan Umum (DPU) #rumah tak layak huni #pringgokusuman #Diskominfo #Pemkot Jogjakarta #Pemkot Jogja #Dinas perindustrian #Dinas Komunikasi #Bank BPD DIY #Perumahan dan Kawasan Permukiman #DPRD Kota Jogjakarta #Gedongtengen #Jogja #Prawirodirjan