MAGELANG – Upaya panjang Magelang membangun kota yang ramah lingkungan dan berkelanjutan akhirnya berbuah manis. Dalam ajang UI GreenCityMetric 2025, Kota Sejuta Bunga itu berhasil menembus peringkat 10 besar kota dan kabupaten paling berkelanjutan di Indonesia.
Ajang ini diikuti 71 kabupaten dan kota se-Indonesia yang dinilai berdasarkan indikator keberlanjutan, lingkungan hidup, hingga tata kelola pembangunan. Prestasi ini bukan datang begitu saja. Kota Magelang mencatat tren peningkatan yang konsisten dalam tiga tahun terakhir.
Pada 2023, posisinya masih berada di peringkat 28 dari 58 kota dan kabupaten. Setahun kemudian, lonjakan besar terjadi dengan menduduki peringkat 16 dari 64 kota dan kabupaten. Raihan prestasi itu sekaligus menyabet predikat sebagai Kota dengan Peningkatan Berkelanjutan Terbaik.
Sementara tahun ini, Kota Magelang berhasil menembus 10 besar nasional. Prestasi tersebut menjadi sebuah capaian yang menegaskan keseriusan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan kota.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyebut, prestasi yang diraih itu bukan hanya milik pemerintah, melainkan hasil gotong royong seluruh masyarakat. "Semoga capaian ini jadi pemicu semangat kita semua untuk terus meningkatkan kualitas hidup warga," katanya, Kamis (2/10).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Magelang Yonas Nusantrawan Bolla mengatakan, semua pihak berkontribusi dalam mewujudkan kota yang lebih hijau, lestari, dan layak huni. Dia menegaskan, momentum ini jangan sampai berhenti hanya di penghargaan.
"Kita harus terus memperkuat inovasi lingkungan, menjaga komitmen bersama, dan menjadikan Magelang contoh nyata kota berkelanjutan di Indonesia," ujar Yonas.
Untuk diketahui, UI GreenCityMetric merupakan inisiatif yang lahir dari Universitas Indonesia, awalnya dengan fokus pada UI GreenMetric untuk menilai keberlanjutan kampus. Sejak 2022, konsep ini diperluas menjadi GreenCityMetric, yang mengukur capaian pembangunan berkelanjutan di tingkat kabupaten dan kota.
Penilaian meliputi berbagai aspek, mulai dari tata kelola lingkungan, efisiensi energi, manajemen limbah, ruang terbuka hijau, hingga strategi pengendalian polusi. Tahun ini, selain Kota Magelang, ada 16 kota dan kabupaten lain yang juga menerima penghargaan serupa. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo