Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkot Jogja Kembali Lakukan Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni, Rumah Masa Pensiun Jadi Lebih Nyaman

Winda Atika Ira Puspita • Senin, 29 September 2025 | 06:45 WIB

 

SIMBOLIS: Penyerahan papan simbol dimulainya kegiatan program bedah RTLH di dua wilayah Kelurahan Ngampilan dan Panembahan.
SIMBOLIS: Penyerahan papan simbol dimulainya kegiatan program bedah RTLH di dua wilayah Kelurahan Ngampilan dan Panembahan.

JOGJA – Pemkot Jogja kembali melakukan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kota Jogja, Minggu (28/9/2025).

Kali ini menyasar dua rumah di wilayah Kelurahan Ngampilan dan Panembahan.

Program yang digagas Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo bersama wakilnya Wawan Harmawan itu telah dimulai sejak keduanya resmi dilantik.

Pelaksanaannya tidak menggunakan anggaran APBD melainkan gotong royong, dana CSR hingga swadaya warga masyarakat yang peduli dengan sesamanya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jogja Yunianto Dwi Sutono mengatakan, perbaikan RTLH merupakan program gotong royong dari seluruh elemen masyarakat, untuk mewujudkan tempat tinggal yang layak dan sehat.

"Seperti pesan yang disampaikan wali kota, rumah layak huni serta lingkungan bersih dan sehat adalah suatu kebutuhan dasar warga yang bersama-sama kita upayakan terpenuhi. Seperti hari ini ada dua titik RTLH warga Kota Jogja yang diperbaiki, supaya lebih layak, aman dan sehat untuk ditinggali," ujarnya.

Yunianto menjelaskan, perbaikan dua RTLH tersebut didukung oleh Baznas Kota Jogja sejumlah Rp 40 juta untuk masing-masing titik.

Kemudian CSR dari Anisku berupa 30 sak semen, serta swadaya dari pegawai di lingkup pemkot seperti Setwan DPRD Rp 1 juta, RS Pratama Rp 5 juta, Dinas Kesehatan Rp 2 juta, Satpol PP Rp 1 juta, juga tambahan 20 sak semen dari Wali Kota Jogja dan Ketua DPRD Kota Jogja.

"Alhamdulillah untuk dua titik bisa mendapat dukungan dana perbaikan dari berbagai pihak, mulai dari Baznas, dari perusahaan Anisku, juga swadaya dari pegawai perangkat daerah di pemkot, ditambah juga swadaya gotong royong dari warga masyarakat sekitar dalam proses perbaikannya nanti. Kami sampaikan terima kasih apresiasi, karena telah mendukung program ini," imbuhnya.

Bedah Rumah atau perbaikan RTLH tersebut adalah rumah dari Prasetyo Suryo Kusuma di Kampung Serangan Ngampilan dan rumah milik Dian Prabandari di Kampung Gamelan Panembahan.

Bagi Prasetyo, bantuan untuk perbaikan rumahnya sangat berdampak.

Terlebih, sejak beberapa bulan atap rumah yang ditinggali bersama istri, dua anak dan satu orang tuanya itu bocor.

"Alhamdulillah dua minggu sebelumnya kami dikabari kalau mau dibantu untuk perbaikan atap rumah. Apalagi ini sudah mulai musim hujan, Insyaallah setelah ini sudah lebih nyaman, tidak ada lagi genangan air, dan bisa lebih sehat untuk anak-anak yang juga masih usia sekolah SD dan TK," ceritanya.

Sementara bagi Dian, lansia yang kini tinggal sendiri di rumahnya juga bersyukur atas bantuan yang diberikan.

Agar tempat yang dia tinggali untuk masa pensiunnya bisa lebih aman dan nyaman.

"Kadang anak sama cucu juga ke sini, kalau ini diperbaiki kan ya nanti jadi lebih baik kondisinya, bagian atap sama kusen ini bisa diganti yang lebih kokoh, terima kasih atas bantuannya," ungkapnya. (*/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Rumah Masa Pensiun #Pemkot Jogja #Program Bedah Rumah #rumah tidak layak huni