“Jogja sebagai kota pelajar punya tanggung jawab moral menjadi teladan dalam gerakan literasi nasional,” ujar Penjabat (Pj) Sekda DIY Aria Nugrahadi.
Ajakan dan seruan itu disampaikan Aria saat membuka secara resmi pelaksanaan Jogja Book Fair (JBF) 2025 di halaman Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY pada Kamis (4/9/2025) malam.
Menurut Aria, membangun budaya literasi saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Salah satunya, berhadapan dengan gempuran digitalisasi.
Dia menilai, JBF 2025 itu menjadi momen yang tepat untuk menggelorakan gerakan literasi.
JBF 2025 yang didukung dana keistimewaan (danais) berlangsung selama 11 hari. Mulai 4 sampai dengan 14 September 2025.
Kepala DPAD DIY Kurniawan mengungkapkan, JBF 2025 ini terasa istimewa. Sebab, bertepatan dengan berbagai peristiwa penting.
Mulai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, bagian dari rangkaian peringatan 13 Tahun UU No. 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY, dan Hari Literasi Internasional yang diperingati setiap 8 September.
“Ada puluhan agenda yang kami siapkan. Ada talkshow, bazar buku dan UMKM, bedah buku, diskusi komunitas serta pertunjukan kesenian,” beber Wawan, sapaan akrabnya.
Dikatakan, JBF 2025 ini menjadi momentum meneguhkan peran literasi sebagai fondasi pembangunan manusia yang inklusif dan sejahtera.
Bersama Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) DIY diadakan pameran buku Penerbit Jogja Berbasis Budaya Jogja.
Berbeda dengan sebelumnya, JBF 2025 ini pihaknya menggandeng lebih banyak pemangku kepentingan terkait.
Ada delapan kolaborator yang diajak kerja sama. Selain Ikapi, beberapa OPD Pemda DIY terlibat. Di antaranya, Dinas Komunikasi dan Informatika DIY, dinas kebudayaan, dinas pendidikan pemuda dan olahraga, dinas pariwisata serta Dinas Koperasi dan UKM DIY.
“Ada lebih dari 100 penerbit yang berpartisipasi dan 15 tenant pelaku UMKM,” paparnya.
Pembukaan JBF 2025 juga dihadiri Ketua Komisi D DPRD DIY Rb. Dwi Wahyu Budiantoro, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY Suhirman serta Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY Eling Priswanto.
Di samping meningkatkan literasi masyarakat, Wawan menyebut JBF 2025 bertujuan menyediakan akses buku bagi masyarakat secara luas.
Dengan demikian, mampu mendorong meningkatnya minat baca, keterampilan literasi, dan budaya belajar sepanjang hayat masyarakat DIY.
Ketua Ikapi DIY Wawan Arif mengakui, pentingnya literasi untuk membentuk karakter dan peradaban masyarakat.
Kebijaksanaan bisa didapat dari wawasan dan ilmu pengetahuan. Sedangkan ilmu pengetahuan efektif hadir lewat bacaan melalui buku.
"Nilai kehidupan diperoleh dari buah pemikiran yang dituangkan ke dalam buku," ujarnya.
Mendukung ekosistem literasi di DIY, JBF 2025 menyuguhkan berbagai buku bacaan berkualitas. Baik bagi anak-anak maupun kalangan dewasa.
“Teman-teman penulis sangat sibuk menghadirkan bacaan-bacaan yang bagus dan bijaksana. Maka mari kita apresiasi itu," ajaknya. (oso/kus)
Editor : Herpri Kartun