Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jogja Book Fair 2025 Sediakan Akses Buku bagi Masyarakat secara Luas, Tanggung Jawab Moral Kota Pelajar dalam Gerakan Literasi

Agung Dwi Prakoso • Sabtu, 6 September 2025 | 14:00 WIB

JADIKAN GAYA HIDUP: Pj Sekda DIY Aria Nugrahadi menyampaikan sambutan sekaligus membuka pelaksanaan JBF 2025 pada Kamis (4/9/2025). Masyarakat langsung menyerbu pameran dan bazar buku di halaman DPAD.
JADIKAN GAYA HIDUP: Pj Sekda DIY Aria Nugrahadi menyampaikan sambutan sekaligus membuka pelaksanaan JBF 2025 pada Kamis (4/9/2025). Masyarakat langsung menyerbu pameran dan bazar buku di halaman DPAD.
RADAR JOGJA - Membaca harus dijadikan sebagai kebutuhan hidup. Sekaligus gaya hidup di masyarakat. Ini penting dilakukan karena dari membaca bisa menjadi sumber kebahagiaan.

“Jogja sebagai kota pelajar punya tanggung jawab moral menjadi teladan dalam gerakan literasi nasional,” ujar Penjabat (Pj) Sekda DIY Aria Nugrahadi.

Ajakan dan seruan itu disampaikan Aria saat membuka secara resmi pelaksanaan Jogja Book Fair (JBF) 2025 di halaman Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY pada Kamis (4/9/2025) malam.

Menurut Aria, membangun budaya literasi saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Salah satunya, berhadapan dengan gempuran digitalisasi.

Dia menilai, JBF 2025 itu menjadi momen yang tepat untuk menggelorakan gerakan literasi.

JBF 2025 yang didukung dana keistimewaan (danais) berlangsung selama 11 hari. Mulai 4 sampai dengan 14 September 2025.  

Kepala DPAD DIY Kurniawan mengungkapkan, JBF 2025 ini terasa istimewa. Sebab,  bertepatan dengan berbagai peristiwa penting.

Mulai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, bagian dari rangkaian peringatan 13 Tahun UU No. 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY, dan Hari Literasi Internasional yang diperingati setiap 8 September.

“Ada puluhan agenda yang kami siapkan. Ada talkshow, bazar buku dan UMKM, bedah buku, diskusi komunitas serta pertunjukan kesenian,” beber Wawan, sapaan akrabnya.

Dikatakan, JBF 2025 ini menjadi momentum meneguhkan peran literasi sebagai fondasi pembangunan manusia yang inklusif dan sejahtera.

Bersama Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) DIY diadakan pameran buku Penerbit Jogja Berbasis Budaya Jogja.

 Berbeda dengan sebelumnya, JBF 2025 ini pihaknya menggandeng lebih banyak pemangku kepentingan terkait.

Baca Juga: Melawan Persibo Bojonegoro yang Digelar Tertutup, PSS Sleman Lakoni Laga Uji Coba Terakhir Jelang Kompetisi Championship Musim 2025/2026

Ada delapan kolaborator yang diajak kerja sama. Selain Ikapi,  beberapa OPD Pemda DIY terlibat. Di antaranya, Dinas Komunikasi dan Informatika DIY, dinas kebudayaan, dinas pendidikan pemuda dan olahraga, dinas pariwisata serta Dinas Koperasi dan UKM DIY.

“Ada lebih dari 100 penerbit yang berpartisipasi dan 15 tenant pelaku UMKM,” paparnya.

Pembukaan JBF 2025 juga dihadiri Ketua Komisi D DPRD DIY Rb. Dwi Wahyu Budiantoro, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY Suhirman serta Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY Eling Priswanto.

Di samping meningkatkan literasi masyarakat, Wawan menyebut JBF 2025 bertujuan menyediakan akses buku bagi masyarakat secara luas.

Dengan demikian, mampu mendorong meningkatnya minat baca, keterampilan literasi, dan budaya belajar sepanjang hayat masyarakat DIY.

Ketua Ikapi DIY Wawan Arif mengakui, pentingnya literasi untuk membentuk karakter dan peradaban masyarakat.

Kebijaksanaan  bisa didapat dari wawasan dan ilmu pengetahuan. Sedangkan ilmu pengetahuan efektif hadir lewat bacaan melalui buku.

"Nilai kehidupan diperoleh dari buah pemikiran yang dituangkan ke dalam buku," ujarnya.

 Mendukung ekosistem literasi di DIY, JBF 2025  menyuguhkan berbagai buku bacaan berkualitas. Baik bagi anak-anak maupun  kalangan dewasa.

“Teman-teman penulis sangat sibuk menghadirkan bacaan-bacaan yang bagus dan bijaksana. Maka mari kita apresiasi itu," ajaknya. (oso/kus)

 

 

Editor : Herpri Kartun
#Eling Priswanto #moral #JBF 2025 #dinas pariwisata #dinas kebudayaan #Danais #Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) #Wawan Arif #Dinas Kebudayaan (Disbud) DIJ #Bedah Buku #dana keistimewaan #ikapi #Dinas Koperasi dan UKM DIY #IKAPI DIY #buku #Dinas perpustakaan dan arsip daerah #bacaan #Jogja Book Fair 2025 #Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga #Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY #Komisi D DPRD DIY Rb Dwi Wahyu Budiantoro #Hari Literasi Internasional #Aria Nugrahadi #Bazar buku #Dinas Komunikasi dan Informatika DIY #Dinas Pariwisata (Dispar) #Ikatan Penerbit Indonesia #talkshow #gerakan literasi #UMKM #Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY #literasi digital #Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) #Dana Keistimewaan DIY #Sekda DIY