Pelatihan berkaitan dengan hygiene perusahaan, ergonomi dan kesehatan atau hiperkes dan keselamatan kerja.
“Peserta pelatihan merupakan mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Achmad Yani Yogyakarta. Mayoritas mahasiswa baru.
Ini sesuai tujuan pelatihan memberikan pemahaman tentang potensi kerja di perusahaan nonrumah sakit,” ujar Kepala Balai K3 DIY Hendrati Heni Kenyati saat membuka pelatihan di Balai K3 DIY Jalan Ireda 38, Keparakan, Mergangsan, Jogja, Senin (28/7/2025).
Pelatihan diikuti sebanyak 51 peserta. Mereka mengikuti selama lima hari. Usai pelatihan peserta mendapatkan sertifikat dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker).
"Sertifikat tersebut bisa digunakan menjadi syarat bila akan mendaftar kerja di luar rumah sakit," ujarnya.
Menurut Hendrati sertifikat akan diserahkan ke kampus setelah proses di Kemenaker selesai. Selama pelatihan, setiap hari peserta mendapatkan materi pokok tentang hiperkes dan KK.
Materi tambahan soal kebijakan pemerintah terkait K3, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), regulasi K3 dan praktik menanggulangi kebakaran di tempat kerja.
"Nanti ada praktik melakukan pertolongan kecelakaan dan akan ada kunjungan ke perusahaan secara langsung," tuturnya.
Pelatihan Hiperkes dan KK berbeda dengan pelatihan K3 untuk umum. Pelatihan ini ditujukan kepada tenaga medis, tenaga medis perusahaan, dan para calon tenaga medis.
Sesuai Permenakertrans Nomor 1 Tahun 1979, fungsi sertifikat untuk menujukkan bukti keikutsertaan pelatihan bagi calon tenaga medis perusahaan. "Memberikan bekal agar bisa mengantisipasi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja," jelasnya.
Anggota Komisi D DPRD DIY Rita Nurmastuti hadir memberikan materi. Tahun ini program pelatihan ditargetkan terselenggara sebanyak lima kali.
“Artinya terdapat lima angkatan peserta pelatihan dalam satu tahun. Satu angkatan terdiri dari kurang lebih 40-50 peserta,” jelas Rita.
Dengan demikian, selama setahun, bisa mengadakan pelatihan yang diikuti 255 orang. Pelatihan ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga pada 2025 ini.
Dua pelatihan selanjutnya diadakan pada Agustus dan September mendatang. Pesertanya tenaga medis rumah sakit dan tenaga medis perusahaan.
"Kegiatan ini sangat bagus dan penting membekali para mahasiswa jurusan keperawatan sebelum terjun ke dunia kerja," ujar Rita.
Sebagai anggota Komisi D DPRD DIY, dia mempunyai kewajiban memfasilitasi Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY mengadakan acara pelatihan.
Jurusan perawat menurut Rita cukup bergengsi. Banyak dibutuhkan di rumah sakit ataupun perusahaan nonrumah sakit.
Wakil rakyat berlatar belakang guru itu berharap, materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Dengan begitu, kelak bisa menjadi bekal mencari kerja.
"Bila sudah kerja, untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada para pasiennya juga," bebernya. (oso/kus)
Editor : Herpri Kartun