Mencegah kenakalan remaja harus dilakukan dari hulu sampai hilir. Melibatkan subjek dan objek. Remaja itu sendiri dan lingkungan sekitarnya.
Diawali dari keluarga, masyarakat, hingga lingkaran pertemanan.
Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Sleman Hery Setiyawan ST mengungkapkan, pencegahan dan penanggulangan kenakalan remaja harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan.
Di semua lini. Pemerintah pun perlu hadir di sini.
Remaja, kata Hery, adalah generasi penerus bangsa. Mereka harus bisa menjaga diri pribadi dan lingkaran pertemanannya.
Kapan pun dan di mana pun mereka berada. "Intinya, sayangi keluarga, jauhi minuman keras dan narkoba," tutur politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu, Kamis (24/7).
Tokoh asal Sumberharjo, Prambanan, itu mengimbau para remaja membiasakan diri pamit kepada anggota keluarga. Ketika akan bepergian. Terutama saat malam. Itu pun hanya jika benar-benar mendesak.
Jika tak ada hal yang mendesak, alangkah baiknya remaja tetap berada di rumah. Belajar. Atau mengerjakan sesuatu yang bermanfaat.
Untuk menunjang pendidikannya. Membaca buku, misalnya. Atau mengerjakan soal-soal latihan.
Seandainya harus keluar malam pun hanya untuk berkegiatan ibadah atau sosial. Ke masjid. Atau menghadiri rapat karang taruna dan sejenisnya.
Pada hakikatnya, lanjut Hery, menghindarkan diri dari kenakalan remaja membutuhkan kesadaran pribadi.
Remaja harus bisa menjauhkan diri dari hal-hal yang mungkin akan berpengaruh negatif bagi dirinya sendiri.
Baca Juga: Sosialisasi Airlangga Hartarto Capres 2024, Bidik Kursi Pimpinan Dewan Sleman
Konvoi kendaraan atau sekadar nongkrong di pinggir jalan sebaiknya dihindari. "Itu bukan semata-mata hanya alasan pertemanan.
Tapi lakukan kegiatan positif yang lebih bermanfaat," imbaunya.
Masyarakat juga bisa berperan aktif dalam mencegah kenakalan remaja. Misalnya dengan menegakkan jam belajar masyarakat. Pukul 18.00-21.00.
Sesuai maknanya, jam belajar masyarakat berlaku bagi anak usia sekolah untuk belajar di rumah. Atau di lingkungan tertentu dengan dukungan orang tua dan warga setempat.
Nah, jika ada remaja yang kedapatan keluyuran saat jam belajar masyarakat sebaiknya ditegur. Diingatkan. Dan ditanya tujuan keluar malam.
Menurut Hery, masyarakat punya kewajiban turut menciptakan suasana aman dan nyaman di lingkungan tempat tinggal mereka. Satu di antaranya mencegah remaja dari kemungkinan pergaulan negatif.
Sementara itu, pemerintah punya andil menyiapkan wadah bagi remaja. Untuk menyalurkan hobi dan potensi mereka. Melalui program dan kegiatan positif dan terukur. Pemerintah juga perlu memberikan apresiasi kepada remaja-remaja berprestasi. Supaya bisa menularkan kepada remaja lain.
Demikian pula lingkungan sekolah. Guru bukan sebatas menyampaikan ilmu atau pelajaran formal. Tapi juga etika dan moral. Pun turut memantau dan mengawasi pergaulan siswa. "Perbanyak kegiatan ekstrakurikuler.
Agar anak-anak betah di sekolah daripada keluyuran," pinta Hery. (yog)
Editor : Herpri Kartun