JOGJA- Komisi A DPRD DIJ berencana mengawasi jalannya Seleksi Terbuka Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIJ 2025. Pengawasan dilakukan agar seleksi tersebut dapat menghasilkan produk yang semakin baik.
“Kami juga akan mengagendakan rapat kerja dengan memanggil panitia seleksi (pansel) sekprov,” ucap Sekretaris Komisi A DPRD DIJ Syarief Guska Laksana Minggu (1/6).
Rapat kerja itu diperlukan agar dewan mengetahui semua tahapan seleksi. Siapa saja yang melamar. Berikut latar belakangnya. Guska menilai sekprov merupakan jabatan strategis. Puncak karir aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov DIJ.
Sekprov juga menjadi mitra kerja parlemen. Memegang berbagai jabatan ex officio, antara lain seperti ketua tim anggaran pemerintah daerah (TAPD), ketua badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (Baperjakat) serta posisi lainnya.
“Kami ingin sekprov yang terpilih, sosok yang mampu menjawab kebutuhan dan tantangan ke depan,” ujar wakil rakyat dari Dapil Gunungkidul.
Pendapat Guska ini didukung koleganya sesama Anggota DPRD DIJ Arif Setiadi. Dia menilai, sekprov pengganti Beny Suharsono bukan hanya mampu menjawab tantangan ke depan.
Namun juga harus mampu dan mau membereskan berbagai masalah klasik dan klise di lingkungan pemprov. Salah satunya soal kekosongan jabatan eselon dua. Selama enam tahun terakhir sejak era Sekprov Kadarmanta Baskara Aji 2019-2023 dilanjutkan Beny Suharsono 2023-2025, telah gagal menyelesaikan masalah tersebut.
Indikasinya, kekosongan banyak jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) mulai kepala biro, kepala dinas, hingga asisten terus saja terjadi.
Bahkan selalu berulang. Jumlah yang lowong tidak sedikit. Dari catatan Arif, bersamaan dengan Beny pensiun per 1 Juni lalu, ada tujuh yang lowong.
Dua di antaranya, telah berulang tahun. Contohnya asisten tiga yang semula disebut asisten pemberdayaan sumber daya masyarakat. Sesuai kelembagaan baru berdasarkan Perdais No. 1 Tahun 2024 sekarang menjadi asisten administrasi umum.
“Asisten tiga sudah empat tahun kosong,” ucap alumnus Ilmu Pemerintahan Fisipol UGM ini.
Terakhir dijabat Aris Riyanta yang purna tugas per 1 April 2022. Untuk mengisinya, pemprov selalu menunjuk pelaksana tugas (Plt). Selama empat tahun terjadi beberapa kali pergantian antarwaktu (PAW) Plt asisten tiga.
Jabatan lain yang kosong hingga berulang tahun ke-2 adalah kepala Satpol PP. Sejak 2023, setelah pejabat lama Noviar Rahmad dirotasi menjadi kepala pelaksana BPBD, pemprov seperti kesulitan mencari penggantinya. Jabatan kepala BPBD dirangkap Noviar dengan status Plt.
Jumlah tujuh jabatan kosong yang ditinggalkan Beny ini lebih banyak dibandingkan Kadarmanta Baskara Aji. Saat pensiun, Aji menyisakan empat jabatan eselon dua yang lowong. (Lihat selengkapnya grafis)
Belajar dari pengalaman itu, Arif mengingatkan agar enam calon sekprov, khususnya empat orang dari internal pemprov agar tidak mengulangi pengalaman senior-seniornya. Dia kemudian menasihati saat menjalani seleksi penulisan makalah agar tidak perlu membuat program yang melangit.
“Percuma menyusun program muluk, kalau jabatan kosong di pemprov masih menumpuk,” sindirnya.
Dia kemudian mengutip surat Al-Asr tentang waktu dan peringatan bagi kaum yang merugi. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Selanjutnya hari esok lebih baik dari hari ini.
“Kalau sama dan tidak berubah, tergolong kaum yang merugi,” ujarnya mengutip pesan surat pendek di Alquran tersebut.
Di sisi lain, enam pelamar sekprov yang dinyatakan lolos seleksi administrasi persis seperti bocoran yang sudah ditulis Radar Jogja edisi Sabtu (24/5) lalu.
Pengumuman dilakukan pada Senin (26/5). Hasilnya empat pelamar dari internal pemprov. Mereka adalah Paniradya Pati Kaistimewan DIJ Aris Eko Nugroho, Inspektur DIJ Muhammad Setiadi, Kepala Bapperida Ni Made Dwipanti Indrayanti, dan Kepala BPKA DIJ Wiyos Santoso.
Sedangkan dua orang dari eksternal yakni Sekretaris Badan Restorasi Gambut dan Mangrove Kementerian Kehutanan RI Ayu Dewi, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung Henri Dunan.
Ketua Panitia Seleksi Haryomo Dwi Putranto mengatakan, setelah dinyatakan lulus seleksi administrasi, wajib mengikuti tahapan seleksi selanjutnya. Ada tiga tahapan. Pertama dimulai hari Senin (2/6) pagi ini.
Enam calon Sekprov itu mengikuti penulisan makalah di ruang rapat Setprov DIJ. Tes berlangsung selama tiga jam mulai pukul 09.00-12.00. “Tema dan metode penulisan akan disampaikan di tempat oleh panitia seleksi,” terang Haryomo.
Dalam penulisan makalah dan tahapan seleksi berikutnya, Aris mendapatkan kesempatan pertama. Terakhir giliran Wiyos.
Selanjutnya, uji kompetensi (assessment center) pada Selasa-Kamis 3-5 Juni 2025 bertempat di Pusat Penilaian Kompetensi ASN Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jalan Mayjen Sutoyo Jakarta.
Tes di BKN Pusat baru kali pertama. Konsekuesinya dengan mengikuti tes di Jakarta, peserta harus menanggung secara pribadi seluruh biaya akomodasi mulai pesawat hingga hotel.
“Panitia maupun BKD DIJ tidak menganggarkan. Konsekuensi ditanggung peserta,” ujar seorang sumber di Kepatihan. Tahapan terakhir berupa wawancara. Dilaksanakan di ruang rapat Setprov DIJ pada Senin (23/6) mendatang. (kus/pra)
Editor : Heru Pratomo