Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Berebut Kursi Calon Pengganti Beny Suharsono, Empat Pejabat Mendaftar Sekprov DIY

Agung Dwi Prakoso • Sabtu, 24 Mei 2025 | 15:20 WIB

 

 

Pengukuhan, Pelantikan, dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Madya, Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, serta Kepala Sekolah di Lingkungan Pemprov DIY
Pengukuhan, Pelantikan, dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Madya, Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, serta Kepala Sekolah di Lingkungan Pemprov DIY

JOGJA - Setelah dibuka selama dua pekan sejak Jumat (9/5/2025) lalu, pendaftaran dan penerimaan berkas calon Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIY resmi ditutup. Penutupan dilakukan tepat pukul 24.00 tadi malam.

Hasilnya, diketahui ada empat orang pejabat teras Pemprov DIY yang siap berkompetisi dalam lelang jabatan tersebut.

Mereka telah mengajukan diri melamar sebagai calon pengganti Sekprov Beny Suharsono yang akan pensiun per 1 Juni 2025 mendatang.

“Totalnya ada enam orang pendaftar. Dua orang sisanya dari Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, dan seorang pejabat eselon satu di Jakarta,” ujar seorang sumber di Kepatihan, Jumat (23/5/2025).

Sumber yang punya jaringan di internal Baperjakat itu memberikan bocoran empat orang yang mendaftar itu meliputi Inspektur DIY Muhammad Setiadi, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) Wiyos Santoso, Kepala Badan Perencaaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Ni Made Dwipanti Indrayanti serta Paniradya Pati Kaistimewan DIY Aris Eko Nugroho.

Dari empat pelamar itu, Aris diketahui paling awal mendaftar. Waktunya nyaris berbarengan dengan dua pelamar dari Jakarta pada Rabu (21/5). Atau dua hari sebelum penutupan.

Sedangkan Didit, sapaan Muhammad Setiadi, Wiyos atau biasa dipanggil Bang Wiyos (BW), dan Ni Made diketahui baru memasukan berkas lamaran berikut persyaratan pada hari terakhir Jumat (23/5/2025) kemarin.

Masuknya nama Didit, BW, dan Ni Made sebagai calon suksesor Sekprov itu persis seperti infomasi yang pernah disampaikan Beny dalam sebuah pertemuan dengan pimpinan DPRD DIY pada April lalu.

Sebuah sumber yang mengetahui peristiwa itu menceritakan ulang dialog antara pimpinan dewan dengan Beny.

Temanya seputar Pokok-Pokok Pikiran DPRD DIY. Lantaran Beny tinggal beberapa waktu menjabat, pimpinan dewan mempertanyakan garansi keberlanjutan komitmen yang sudah disepakati.

Mendapat pertanyaan itu, Beny dengan sigap langsung merespons. Dia mengatakan pimpinan dewan tidak perlu khawatir.

Kesepakatan yang sudah dibangun akan berlanjut meski dirinya tak lagi aktif menjabat.

Mendengar itu, Ketua DPRD DIY Nuryadi dengan cepat kembali mengajukan pertanyaan. “Kalau seperti, lantas siapa yang akan diproyeksi menjadi calon pengganti Pak Beny?” tanya Nuryadi blak-blakan.

Beny kali ini tak lagi berbasa-basi. Beny menyebut kandidatnya, di antaranya, beberapa pejabat yang saat itu ikut hadir dalam pertemuan di ruang transit gedung DPRD DIY.

Ada tiga orang pejabat yang ikut mendampingi. Ketiganya adalah Inspektur DIY Muhammad Setiadi, Kepala BPKA Wiyos Santoso, dan Kepala Bapperida Ni Made Dwipanti Indrayanti.

“Sinyal yang pernah dikemukakan Pak Beny itu mulai terbukti. Didit, BW, dan Ni Made sudah mendaftar,” lanjut sumber itu.

Sumber lain di lingkungan pemprov juga menginformasikan batalnya nama mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY Amin Purwani masuk bursa calon Sekprov.

Padahal Amin yang kini menjabat kepala badan diklat awalnya merupakan salah satu kandidat kuat. “Bu Amin sepertinya mutung sehingga urung mendaftar,” bisiknya.

Sumber itu menengarai sebagai dampak pelantikan pejabat struktural pada akhkr April lalu.

Amin merasa ditelikung oleh mantan anak buahnya yang tidak memberikan laporan. Ada operasi senyap. BKD tidak dilibatkan dalam proses pelantikan tersebut. Fungsi BKD digantikan oleh instansi lain.

Saat dihubungi soal belum ada namanya sebagai pendaftar calon Sekprov, Amin hanya tertawa. Alumni FH UII itu balik bertanya.

Baca Juga: UGM Pastikan Tak Pernah Komunikasi dengan Pihak Jokowi di Berbagai Kasus soal Ijazah

“Apa saya pernah janji mau mendaftar,” kilahnya. Dia pun lagi-lagi hanya tertawa saat diberi tahu namanya masuk dalam urutan teratas berdasarkan penilaian manajemen talenta atau talent pool.

“Tunggu saja saat pengumuman resmi. Nanti ada surprise,” hindarnya. Amin kemudian menyudahi wawancara karena tengah mendampingi kunjungan kerja Sestama Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI ke Jogja.

Sebelumnya, Kepala BKD DIY Hary Setiawan menginformasikan panitia seleksi (pansel) Sekprov berjumlah lima orang. Diketuai Wakil Kepala BKN Haryomo Dwi Putranto. 

“Angggotanya dari Kemendagri, LAN, akademisi (UGM) dan Pak Sekprov,” terangnya. Disinggung soal siapa yang sudah mendaftar, Hary menjawab diplomatis. “Belum kami cek lagi,” ucapnya.

Sejumlah sumber di Kepatihan menceritakan, seleksi Sekprov awalnya dirancang dengan talent pool. Belakangan berubah tetap dengan lelang terbuka.

Ini melanjutkan tradisi  seleksi terbuka Sekprov pada 2017, 2019, dan 2023 lalu.

Kepastian itu diketahui setelah Sekprov Beny Suharsono dan Kepala BKD Hary Setyawan dipanggil menghadap Gubernur DIY Hamengku Buwono X di Keraton Kilen selepas salat Jumat (9/5/2025) lalu.

Tak lama setelah itu muncul pengumuman nomor B/800.1.2.6/1948/Pansel JPT DIY/2025 tentang seleksi terbuka Sekprov DIY di website pemprov maupun BKD DIY.

Dalam pengumuman itu disebutkan ada tujuh tahapan seleksi. Mulai dengan pengumuman 9 Mei- 23 Mei, pendaftaran online dan penerimaan berkas pendaftaran 9 Mei-23 Mei, seleksi administrasi 10 Mei-24 Mei dan pengumuman seleksi administrasi 26 Mei.

Kemudian penulisan makalah 28 Mei, uji kompetensi 2 Juni-5 Juni dan uji gagasan/wawancara 23 Juni. Pengumuman akhir hasil seleksi 25 Juni 2025. (oso/kus/laz)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Pemprov DIY #Empat pejabat teras #pendaftaran calon sekprov diy #calon sekpov diy #Pendaftaran Ditutup #penerimaan berkas