PURWOREJO - Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi mengawali agenda kerjanya dengan bertemu kalangan kiai dan santri. Dia berkesempatan hadir dalam agenda pawai sambut ramadan Pesantren Nurul Waahid, Sabtu (22/2).
Dalam pertemuan tersebut, Dion mengapresiasi peran serta dunia pesantren selama ini dalam membangun sumber daya manusia (SDM) di Purworejo. Menurut Dion, pesantren menjadi lembaga pendidikan yang sangat efektif dalam membangun karakter generasi penerus. Pesantren bagi Dion bukan hanya menjadi pelengkap pendidikan formal, tapi juga berperan dalam membangun peradaban.
Dion menaruh harapan agar pesantren mempertahankan gaya pendidikan dalam mendidik santri. Tak hanya itu Pemkab Purworejo juga akan terus berkomitmen memberi dukungan demi kemajuan dunia pesantren. "Saya selalu sampaikan bahwa pendidikan salah satu kunci merubah nasib dan merubah kesejahteraan," ujarnya.
Selepas kegiatan, Dion kemudian beranjak menuju lokasi Haul Simbah Kiai Haji Imam Puro di kompleks makam Geger Menjangan, Desa Candi, Kecamatan Loano. Di sana Dion bertemu dengan para kiai serta tokoh masyarakat. Dia juga tak canggung ikut berdesakan dengan para peziarah dan mengikuti tahlil bersama masyarakat umum. "Hari ini merupakan hari kedua saya bekerja. Semoga dengan doa semuanya dapat membawa kesejahteraan," terangnya.
Sementara itu, Pengasuh Pesantren Nuurul Waahid KH Saifudin meminta agar bupati dan wakil bupati Purworejo dapat bekerja secara optimal pascadilantik. Dia berharap Yuli dan Dion dapar menjalankan amanah yang diberikan kepada keduanya. Dia juga berharap antara pemimpin dan ulama dapat berjalan beriringan dengan tugas dan tanggungjawab masing-masing. "Menuju negara yang dilimpahi keberkahan perlu dua poin, dari ilmunya ulama dan adilnya umaro (pemimpin)," ucapnya.
Sebelum berjumpa dengan kalangan ulama dan santri, Dion menyempatkan waktu menyapa ASN di lingkup Pemkab Purworejo. Dia monitoring kompleks Setda Purworejo dengan mengunjungi berbagai gedung dan ruangan. Termasuk ruang kerja Sekda serta gedung press center. Selama monitoring, Dioan terlibat komunikasi dua arah baik dengan para kabag maupun staf untuk menanyakan persoalan yang dihadapi selama bekerja. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo