JOGJA - Hoya merupakan salah satu kelompok tumbuhan epifit dari suku Apocynaceae. Kebanyakan jenisnya tumbuhan merambat. Persebaran alami hoya ada di Asia dan sebagian Australia tropis. Keanekaragaman tertinggi berada di Indonesia.
Hoya menjadi kekayaan flora yang sejak lama digunakan sebagai bahan obat tradisional. Hoya mulai dimanfaatkan sebagai tanaman hias di masa kebangkitan botani di Eropa. Saat ini, hoya lebih banyak menjadi tanaman hias. Memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.
Indonesia merupakan negara tropis dengan kekayaan sumber daya genetik (plasma nutfah) yang sangat besar, termasuk pada hoya. Tingginya tingkat keanekaragaman hayati (biodiversity) plasma nutfah ini karena Indonesia memiliki bentang alam yang luas. Penyebaran dan kondisi wilayah geografis yang bervariasi.
Namun, pemanfaatan ekonomi pada hoya belum maksimal. Menyadari itu dan mendukung pengembangan ekonomi, telah dilakukan pendaftaran varietas hoya di DIY. Dengan pendaftaran itu harapannya dapat melestarikan kekayaan hayati. Mencegah pencurian, ketika hoya dipasarkan hingga dunia internasional sudah terdaftar sebagai kekayaan lokal Indonesia.
Sebagaimana diketahui, di DIY terdapat 12 varietas hoya yang sudah terdaftar. Sertifikat tanda daftarnya yang pertama Hoyajogja dari Kabupaten Sleman. Terbit pada Januari 2022. Kemudian disusul Hoya Puspa Handayani dari Kabupaten Gunungkidul pada Maret 2022. Tahun lalu, 2024, Sleman kembali mendaftarkan 50 varietas hoya.
Namun yang sudah terbit tanda daftarnya baru 10 varietas. Meliputi Asteria Maron, Jawa Sembada, Pubi Sembada, Cinta Sembada dan Eksabinangun. Ditambah Planthaven, Padasan, Suweng Jambon, Sembada Rejo serta Jenar Kuthuk.
Sedangkan 40 varietas lainnya masih dalam proses pendaftaran. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Pengembangan Perbenihan dan Pengawasan Mutu Benih Tanaman Pertanian (PPPMBTP) Dinas Pertanian DIY, bersama dengan BRIN, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman serta Perkumpulan Pelestari Tanaman Hoya Indonesia (PPTHI) mengupayakan mendaftarkan 40 varietas hoya tersebut.
Ini sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Balai PPPMBTP Dinas Pertanian DIY melaksanakan identifkasi varietas lokal dan sumber genetik tanaman pertanian. Melaksanakan pendampingan pendaftaran maupun pelepasan varietas.
Sebanyak 11 varietas hoya di Sleman yang sudah didaftarkan dan 40 varietas yang masih proses pendaftaran merupakan koleksi Ketua Komunitas Perkumpulan Pelestari Tanaman Hoya Indonesia (PPTHI) Hervia Latuconsina. Kebun koleksi plasma nutfah hoya berada di Dusun Padukan, Pakembinangun, Pakem, Sleman.
Kebun tersebut bisa digunakan mempelajari tingkat keragaman dan konservasi keragaman genetik. Plasma nutfah menjadi modal dasar mengembangkan industri pertanian.
Setelah adanya pendaftaran dapat mengenalkan tanaman hoya kepada masyarakat. Ini perlu dilakukan karena di Indonesia pengetahuan dan minat masyarakat terhadap tanaman hoya sangat rendah. Masih jarang yang mengenal tanaman tersebut.
Bahkan relatif sedikit yang mengembangkan sebagai tanaman hias. Padahal tanaman hoya memiliki potensi yang layak dikembangkan. Di Australia, hoya menjadi tanaman hias favorit. Paling dicari. Selain itu, di Eropa dan Amerika Serikat sudah lama dikembangkan menjadi tanaman hias ruangan. Diletakkan di atap maupun sudut ruangan.
Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman juga berencana mendaftarkan tanaman hoya ini untuk pelepasan dalam rangka peredaran. Setelah didaftarkan nantinya dapat disertifikasi. (*)
*) Oleh : Turna Wahyu N.W, SP
Editor : Sevtia Eka Novarita