Oleh: Aninda RU Wibowo
Anggrek adalah tanaman hias yang sangat populer dengan warna dan bentuk bunga yang menarik. Indonesia diperkirakan memiliki seperempat jumlah jenis anggrek dari total jumlah di seluruh dunia. Beberapa jenis anggrek yang umum dikomersilkan adalah marga Dendrobium, Phalaenopsis, Vanda, Cattleya, dan Bulbophyllum.
Bagi kalangan pemerhati anggrek tentu warna bunga yang atraktif, ukuran bunga yang besar, dan jangka waktu mekar yang lama menjadi poin utama dalam menilai keindahan anggrek. Namun keindahan anggrek alam tidak hanya terbatas pada itu saja.
Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki banyak anggrek yang unik dan menarik. Salah satunya adalah Thrixspermum, anggrek unik yang berbunga hanya sesaat. Thrixspermum merupakan marga anggrek yg memiliki kurang lebih 170 jenis.
Anggrek ini memiliki ciri batang memipih, daun lanset-linear, tangkai perbungaan pipih atau menggembung dengan banyak baraktea, bunga kecil dengan diameter 1,5 - 8 cm ketika mekar penuh, durasi mekar sangat singkat, labellum berkantung. Umumnya bunga anggrek ini memiliki warna kuning atau jingga atau perpaduan putih dan merah yang mencolok.
Beberapa jenis anggota anggrek ini memiliki bau harum atau aroma manis. Karakter bunga yang mekar sangat singkat ini membuat dokumentasi tentang marga Thrixspermum sangat sedikit sehingga sulit untuk dipelajari dan tidak mendapat perhatian khusus dari kolektor maupun peneliti anggrek.
Anggrek kecil ini menyukai habitat yang berangin dan tidak ternaung. Thrixspermum mudah dijumpai pada pucuk pohon pada ranting yang menggantung seperti akan patah. Hal menarik dari anggrek ini adalah bunganya akan mekar secara serentak.
Namun durasi mekar 5-6 jam saja sedari pagi hingga siang hari. Bunga tersebut akan mulai layu pada sore hari dan rontok pada keesokan harinya bila tidak terjadi penyerbukan. Hal inilah yang membuat para penikmat anggrek kesulitan untuk menjumpai bunga saat mekarnya.
Meskipun belum banyak yang berminat untuk mengkoleksi anggrek ini. Sebetulnya anggrek ini memiliki potensi sebagai tanaman hias indoor karena ukurannya yang kecil dan mudah untuk dipindah tempatkan sebagai tanaman display. Perawatan tanaman ini juga mudah karena tidak memerlukan kelembaban udara yang tinggi, sehingga penyiraman hanya perlu dilakukan dengan sprayer sekali sehari.
Editor : Jihad Rokhadi