Pemkab Kupang Bangun Kampung Nelayan Merah Putih di Kecamatan Semau

Maria Margaretha Nirong Gedo • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:37 WIB
Ilustrasi peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT)
Ilustrasi peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT)

 

KUPANG – Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Program ini diharapkan mampu memperkuat kegiatan ekonomi nelayan melalui pengelolaan hasil tangkapan ikan yang lebih baik dan teratur.

Pembangunan kawasan tersebut mencakup Desa Uiasa dan Desa Hansisi. Peletakan batu pertama dilakukan Bupati Kupang Yosef Lede pada Sabtu (17/10/2026). Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan dapat mendukung aktivitas perikanan sekaligus meningkatkan nilai jual hasil tangkapan masyarakat setempat.

Salah satu persoalan yang ingin diatasi melalui pembangunan ini adalah keterbatasan fasilitas penyimpanan ikan. Hasil tangkapan yang melimpah tidak selalu memberikan keuntungan maksimal apabila nelayan tidak memiliki tempat penyimpanan yang memadai. Ikan dapat mengalami penurunan kualitas jika terlalu lama tidak ditangani dengan baik, sehingga berisiko memengaruhi harga jualnya.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, kawasan Kampung Nelayan Merah Putih akan dilengkapi fasilitas penampungan dan penyimpanan dingin atau cold storage. Fasilitas ini berfungsi menjaga kualitas ikan setelah ditangkap sebelum dipasarkan kepada pembeli.

Dengan adanya penyimpanan yang memadai, hasil tangkapan diharapkan dapat dikelola secara lebih baik. Nelayan juga berpeluang memasarkan ikan dalam kondisi yang tetap terjaga, sehingga nilai ekonominya dapat lebih optimal.

Pengembangan kawasan ini turut dirancang terintegrasi dengan Koperasi Desa Merah Putih. Kedua fasilitas tersebut diharapkan saling mendukung, terutama dalam proses penampungan dan pemasaran hasil tangkapan nelayan.

Melalui keterpaduan tersebut, koperasi dapat berperan dalam mendukung perputaran ekonomi masyarakat di wilayah pesisir. Pengelolaan yang baik dan berkelanjutan diperlukan agar fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal serta memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Selain aspek ekonomi, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih juga perlu memperhatikan kondisi sosial masyarakat. Keterlibatan warga dalam proses pembangunan dan pengelolaan menjadi bagian penting agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas.

Di sisi lain, peningkatan kegiatan perikanan perlu diimbangi dengan upaya menjaga kelestarian sumber daya laut. Wakil Dekan Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan Universitas Nusa Cendana, Franchy Christian Liufeto, menyoroti kecenderungan berkurangnya jumlah dan ukuran ikan yang ditangkap nelayan.

Universitas Nusa Cendana menyatakan kesiapan untuk mendukung pengelolaan perikanan melalui pendataan, pengkajian stok ikan, serta pendampingan teknis bersama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Kupang. Dukungan tersebut diharapkan membantu nelayan menjaga kualitas hasil tangkapan sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Uiasa dan Desa Hansisi menjadi langkah untuk memperkuat sektor perikanan di Kecamatan Semau. Namun, manfaat program ini nantinya juga bergantung pada pengelolaan fasilitas, keterlibatan koperasi, dan kemampuan masyarakat memanfaatkan sarana yang tersedia.

Dengan dukungan fasilitas penyimpanan dan pemasaran yang terintegrasi, pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan dapat membantu meningkatkan nilai jual hasil tangkapan serta memperkuat perekonomian masyarakat pesisir di Kabupaten Kupang.

Sumber berita: ANTARA News Kupang, 19 Oktober 2026

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
Perikanan Pesisir Koperasi Desa Merah Putih kabupaten kupang Kampung Nelayan Merah Putih Cold Storage