SPPG Ngawen 1 Blora Uji Coba MBG Prasmanan, Terinspirasi Kyushoku Jepang

Yunita Tri Hastuti • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 13:36 WIB
Momen para siswa saat mengambil menu MBG Prasmanan yang baru diuji coba di SDN 5 Ngawen, Blora, Jawa Tengah.  (DOKUMEN RADAR PATI)
Momen para siswa saat mengambil menu MBG Prasmanan yang baru diuji coba di SDN 5 Ngawen, Blora, Jawa Tengah.  (DOKUMEN RADAR PATI)

 

RADAR JOGJA -  Skema penyajian program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memasuki babak baru.

Kabupaten Blora, Jawa Tengah resmi meluncurkan uji coba penyajian MBG berkonsep prasmanan di SDN 5 Ngawen, di mana para siswa kini bebas mengambil porsi makanan mereka sendiri sesuai kebutuhan.

Uji coba yang dipusatkan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ngawen 1 ini ditinjau langsung oleh Bupati Blora Arief Rohman bersama Wakil Bupati sekaligus Ketua Satgas MBG Blora, Sri Setyorini.

Baca Juga: Ones Pahabol Selesaikan Polemik Asrama Mahasiswa Yahukimo di Manokwari

Melansir dari Radar Pati, Korwil MBG Blora, Artika, mengungkapkan bahwa penerapan sistem prasmanan ini mengacu pada arahan Deputi Sistem dan Tata Kelola.

Berdasarkan nota dinas tertanggal 30 September, SPPG Ngawen 1 terpilih menjadi satu dari 42 SPPG di seluruh Indonesia yang ditunjuk pusat untuk menguji skema anyar tersebut.

“Penunjukan dari pusat. Uji coba selama dua minggu, setelah itu hasilnya kami laporkan ke BGN,” jelas Artika, Selasa (6/10/2026).

Artika menambahkan, tidak ada batasan khusus mengenai daftar menu.

Setiap dapur SPPG diberikan keleluasaan untuk menyesuaikan menu harian masing-masing.

Senada dengan hal itu, Ketua Satgas MBG Blora, Sri Setyorini, menilai model prasmanan memberikan kenyamanan ekstra bagi para siswa.

Baca Juga: Waspada Kemarau Panjang, BMKG Prediksi Musim Hujan di Jogja Mundur hingga Desember 2026

Selain porsi yang bisa disesuaikan, makanan juga disajikan lebih hangat dan segar.

“Kelihatannya lebih nyaman karena porsinya sesuai yang diinginkan. Penerima manfaat juga bisa mengambil sendiri,” ujar Sri.

Sri menegaskan, kendati porsi diambil secara mandiri, ketercukupan dan keseimbangan komposisi gizi siswa tetap terpantau dengan baik.

Jika evaluasi dua pekan ini menunjukkan hasil positif, skema MBG prasmanan bakal diusulkan untuk diterapkan secara lebih luas.

Sementara itu, Mitra SPPG Ngawen 1, Febrian Candra, menyebut konsep prasmanan ini mengadopsi budaya makan sekolah di Jepang (Kyushoku).

Baca Juga: DPR Gelar Rapat Paripurna, Ini 4 Agenda Rapat Utama

Selain menjaga kualitas makanan tetap hangat, skema ini juga menjadi sarana edukasi karakter bagi anak-anak.

“Harapannya makanan yang diterima siswa masih hangat dan segar karena mereka bisa terlibat langsung untuk mengambil sendiri,” ungkap Febrian.

 



Editor : Meitika Candra Lantiva
Penyajian MBG SPPG Ngawen 1 Blora Uji Coba MBG Prasmanan blora Mbg