RADAR JOGJA - Aksi penyerangan oleh orang tidak dikenal menimpa Koordinator Bidang Sosial Politik (Korbid Sospol) BEM UI, Hafidz Hernanda (Bapis), pada Minggu (4/10/2026) menjelang tengah malam.
Kronologi kejadian ini terungkap dari unggahan di akun Instagram pribadi milik Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra (@fathimahzzhr).
Insiden bermula sekitar pukul 23.50 WIB saat Bapis mengendarai sepeda motornya melintasi kawasan Jalan Tebet Barat Dalam IX.
Tiba-tiba, seorang pelaku menendang motornya hingga jatuh, memukulnya, mengancam akan membunuhnya, lalu merampas ponsel pribadinya.
Baca Juga: Tumpukan Sampah Berserakan Pasca-Haul Solo 2026, Kesadaran Lingkungan Peserta Disorot
Beruntung, Bapis selamat dari insiden tersebut. Hanya dalam waktu 15 menit usai kejadian, ponsel korban dan fitur pelacak lokasinya (Find My) sudah langsung dimatikan.
Sementara itu, saat beraksi, pelaku diketahui mengenakan hoodie hijau, berbadan kekar, serta memakai masker.
Pelaku kabur bersama dua rekannya yang telah bersiap.
Secara janggal, dua orang lain yang semula duduk di lokasi kejadian juga mendadak ikut melarikan diri.
"Pada saat pelaku kabur, ada 2 orang yang tadinya hanya duduk duduk tiba-tiba ikut kabur juga," terang Fatimah.
Baca Juga: John Herdman Tak Menjamin Ole Romeny Bermain di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Alasannya
Fathimah pun turut menyampaikan keprihatinan mendalam atas aksi kekerasan yang menimpa rekan sejawatnya di kepengurusan BEM UI tersebut.
Saat melarikan diri dari lokasi kejadian, pelaku sempat meninggalkan sebuah tas.
Tas tersebut berisikan sarung tangan lateks, lakban, sandal, kacamata oranye, slayer, dan peci. Dalam unggahannya, Fathimah menyertakan keterangan tulisan, “Barang-barang intel”.
Fatimah turut mengungkap keprihatinannya atas aksi penyerangan tersebut.
Ia masih merenungkan alasan mahasiswa masih menjadi korban kekerasan seperti ini.
Baca Juga: Bukan Sekadar Perayaan HUT, Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI
“Saya masih merenungkan, kira kira kenapa mahasiswa harus jadi target atas hal-hal seperti ini. Entah apakah kartu tanda mahasiswa dalam tas itu memicu perasaan yang sama rasa getir dalam dada para pelaku atau memang mereka sudah terbiasa dengan rasa itu. Stay safe everyone," tulisnya.