Lebih dari 60 Hari Tanpa Hujan, NTT Masih Dibayangi Kekeringan

Maria Margaretha Nirong Gedo • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 11:45 WIB
Ilustrasi kondisi kekeringan di wilayah Nusa Tenggara Timur
Ilustrasi kondisi kekeringan di wilayah Nusa Tenggara Timur

 RADAR JOGJA – Ancaman kekeringan meteorologis masih membayangi sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) memasuki awal Oktober 2026. Di beberapa daerah, periode tanpa hujan telah berlangsung sangat panjang hingga mencapai lebih dari dua bulan.

Berdasarkan pemantauan kondisi iklim, sejumlah wilayah NTT mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) dalam kategori ekstrem panjang. Periode tanpa hujan signifikan di beberapa titik bahkan telah berlangsung lebih dari 60 hari hingga akhir September.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian wilayah NTT masih berada dalam periode kering ketika memasuki bulan Oktober. Situasi ini menjadi perhatian karena curah hujan yang rendah masih berpotensi terjadi di wilayah tersebut.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan sebagian besar wilayah NTT memiliki peluang mengalami curah hujan kurang dari 50 milimeter per bulan selama Oktober 2026. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa periode kering masih berpotensi berlanjut pada awal bulan ini.

Pemantauan terhadap kondisi Hari Tanpa Hujan juga menunjukkan adanya sejumlah wilayah yang mengalami periode kering lebih panjang. Berdasarkan laporan RRI Kupang, beberapa titik di NTT bahkan telah mengalami lebih dari 130 hari tanpa hujan signifikan.

Wilayah yang mengalami kondisi tersebut antara lain berada di Kota Kupang, Lembata, Ngada, Ende, Sumba Timur, Sikka, Alor, Kabupaten Kupang, dan Belu. Kondisi setiap wilayah dapat berbeda karena perkembangan hujan tidak berlangsung secara seragam di seluruh NTT.

Memasuki Oktober, kondisi cuaca di NTT masih perlu dipantau karena peluang curah hujan rendah cukup besar. BMKG memasukkan sebagian besar NTT dalam wilayah yang berpeluang mengalami curah hujan kurang dari 50 milimeter per bulan.

Kondisi kering tersebut tidak berarti seluruh wilayah NTT akan sama sekali terbebas dari hujan. Hujan tetap dapat terjadi di sejumlah wilayah, tetapi distribusi dan intensitasnya dapat berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Karena itu, perkembangan kondisi cuaca dan iklim menjadi informasi penting bagi masyarakat NTT. Pemantauan Hari Tanpa Hujan serta prakiraan curah hujan dapat membantu masyarakat mengetahui perkembangan kondisi cuaca di wilayah masing-masing.

BMKG juga menyediakan informasi mengenai prakiraan hujan dasarian untuk membantu masyarakat memantau peluang hujan dalam periode yang lebih pendek. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai rujukan bersama dengan pembaruan cuaca resmi lainnya.

Dengan masih panjangnya periode tanpa hujan di sejumlah wilayah, ancaman kekeringan meteorologis di NTT belum sepenuhnya berakhir memasuki Oktober. Masyarakat di daerah yang mengalami periode kering panjang perlu terus mengikuti perkembangan informasi dari BMKG dan pihak berwenang.

(Maria Margaretha Nirong Gedo)
Sumber: RRI Kupang, BMKG

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
tanpa hujan kering dua bulan Kekeringan kering nusa tenggara