RADAR JOGJA – Warga Kabupaten Kupang dan Kota Kupang kembali merasakan guncangan gempa pada Kamis (1/10) pagi. Gempa berkekuatan magnitudo 3,1 itu terjadi sehari setelah wilayah Kupang diguncang gempa M4,7.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa M3,1 tersebut terjadi pada pukul 07.43.06 WIB atau 08.43 WITA. Pusat gempa berada di laut, sekitar 31 kilometer sebelah barat Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Gempa tersebut tergolong dangkal karena memiliki kedalaman enam kilometer. Episenter gempa tercatat berada pada koordinat 10,04 derajat Lintang Selatan dan 123,61 derajat Bujur Timur.
Getaran gempa dirasakan di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang dengan intensitas II hingga III MMI. Pada tingkat tersebut, guncangan dapat dirasakan oleh sebagian masyarakat, terutama mereka yang berada di dalam bangunan.
Kemunculan gempa M3,1 ini terjadi kurang dari sehari setelah gempa yang lebih kuat mengguncang wilayah Kupang. Pada Rabu (30/9) sore, BMKG mencatat gempa berkekuatan magnitudo 4,7 terjadi pada pukul 17.58.51 WIB.
Gempa M4,7 tersebut berpusat di laut sekitar 26 kilometer sebelah barat Kabupaten Kupang dengan kedalaman 10 kilometer. Guncangannya dirasakan di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang dengan intensitas IV MMI.
Aktivitas kegempaan yang kembali terjadi pada Kamis pagi membuat warga di wilayah Kupang perlu tetap memperhatikan perkembangan informasi resmi. Meski terjadi setelah gempa M4,7, gempa M3,1 tidak serta-merta dapat disebut sebagai gempa susulan tanpa keterangan atau analisis dari BMKG.
Hingga informasi tersebut disampaikan, belum ada laporan mengenai korban maupun kerusakan bangunan akibat gempa M3,1. Masyarakat juga diimbau tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi mengenai gempa yang belum terverifikasi.
BMKG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan. Masyarakat dapat mengikuti informasi terbaru melalui kanal resmi BMKG untuk mengetahui perkembangan gempa maupun kemungkinan aktivitas kegempaan lainnya.
Kejadian tersebut kembali mengingatkan masyarakat Kupang untuk selalu siap menghadapi gempa bumi. Ketika guncangan terjadi, masyarakat perlu tetap tenang, mencari tempat yang aman, serta mengikuti arahan dari pihak berwenang.
Dengan adanya aktivitas gempa yang kembali tercatat setelah guncangan M4,7, informasi resmi menjadi penting agar masyarakat tidak panik akibat kabar yang beredar di media sosial. Data mengenai kekuatan, lokasi, kedalaman, dan dampak gempa sebaiknya selalu merujuk pada keterangan BMKG.
(Maria Margaretha Nirong Gedo)
Sumber: BMKG
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai