Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kondisi Terkini Gunung Merapi: Status Siaga Level III, Belasan Gempa Guguran Terdeteksi

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
ILUSTRASI: Lava Merapi Masih Terus Mengincar, PVMBG Minta Warga Jauhi Radius Bahaya!
ILUSTRASI: Lava Merapi Masih Terus Mengincar, PVMBG Minta Warga Jauhi Radius Bahaya!

Advertisement

 SLEMAN - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Gunung berapi paling aktif di Indonesia tersebut masih memuntahkan energi dari dalam perut bumi secara konstan.

Berdasarkan hasil pengamatan berkala dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), tingkat aktivitas Merapi bertahan kokoh di Level III atau Siaga. Ketenangan di permukaan lereng kerap kali menipu, padahal dinamika bawah tanah masih bergerak dinamis.

Sepanjang pengamatan dari pagi hingga siang hari, suasana di sekitar puncak terselimut kabut tipis hingga tebal. Angin berembus perlahan menuju arah timur, membawa udara dingin pegunungan dengan kelembapan yang cukup tinggi.

Advertisement

Dari balik kabut tebal yang menyelimuti puncak setinggi 2.968 meter di atas permukaan laut tersebut, sesekali terlihat asap kawah berwarna putih. Asap bertekanan lemah itu membumbung perlahan hingga ketinggian 150 meter ke udara.

Di balik penampakan visual yang terkesan tenang, instrumen pemantau gempa merekam gelombang getaran yang intens. Kegempaan di dalam tubuh Merapi menandakan adanya pergerakan material cair yang terus bergejolak mencari jalan keluar.

Advertisement

Tercatat puluhan kali gempa guguran terjadi akibat guguran material vulkanik yang meluncur di lerengnya. Selain itu, belasan gempa fase banyak atau hybrid turut terekam, menegaskan bahwa dorongan dari dalam masih sangat aktif.

Data seismik ini menjadi bukti konkret bahwa suplai magma dari kedalaman bumi menuju permukaan belum berhenti. Kondisi tersebut sewaktu-waktu dapat memicu munculnya awan panas guguran yang mematikan.

PVMBG menegaskan bahwa ancaman bahaya terbesar saat ini terfokus pada sektor selatan, barat daya, dan tenggara. Aliran sungai-sungai purba yang berhulu di puncak menjadi jalur utama luncuran lava maupun awan panas.

Sektor selatan dan barat daya, seperti Sungai Boyong, Bedog, Krasak, dan Bebeng, memiliki radius bahaya hingga rentang lima sampai tujuh kilometer. Wilayah ini menjadi prioritas utama yang harus dissterilkan dari segala aktivitas manusia.

Sementara itu, di sektor tenggara, Sungai Woro dan Gendol juga berada dalam zona merah dengan radius ancaman tiga hingga lima kilometer. Jika terjadi erupsi eksplosif, material pijar bahkan diperkirakan mampu meluncur hingga jarak tiga kilometer ke segala arah.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Gunung Sakurajima Erupsi Lagi, Kota Kagoshima Diselimuti Hujan Abu Vulkanik

Gunung Sakurajima Erupsi Lagi, Kota Kagoshima Diselimuti Hujan Abu Vulkanik

Gunung Sakurajima di Prefektur Kagoshima, Jepang, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Jumat (11/9). 

Apakah Merapi Akan Erupsi? Muntahkan 81 Guguran Lava, Warga Harus Waspada, Begini Penjelasan BPPTKG

Apakah Merapi Akan Erupsi? Muntahkan 81 Guguran Lava, Warga Harus Waspada, Begini Penjelasan BPPTKG

Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan dengan 81 gempa guguran dan 4 kali luncuran lava. Simak laporan lengkap dan imbauan resmi BPPTKG untuk keselamatan warga di kawasan lereng Merapi.

Lakukan Paper Test Imbas Aktivitas Erupsi, Paparan Abu Vulkanik di Bandara Adisutjipto Nihil

Lakukan Paper Test Imbas Aktivitas Erupsi, Paparan Abu Vulkanik di Bandara Adisutjipto Nihil

Abu vulkanik belum terdeteksi di sekitar Bandara Adisutjipto. Hasil tersebut diketahui setelah pengelola bandara melakukan paper test untuk memantau keberadaan abu vulkanik di kawasan bandara.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer