Baru 5 Hari Hirup Langit Biru, Pekanbaru Kembali Disergap Asap Pekat

Della Hardi Puspita • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 21:09 WIB
Perbandingan kondisi langit Pekanbaru, dari biru cerah pada 24 September (kiri) kembali diselimuti kabut asap tebal pada Selasa 29 September 2026 (kanan).
Perbandingan kondisi langit Pekanbaru, dari biru cerah pada 24 September (kiri) kembali diselimuti kabut asap tebal pada Selasa 29 September 2026 (kanan).

RADAR JOGJA - Nasib kualitas udara Pekanbaru bak roller coaster. Baru saja warga bersorak karena langit kembali biru dan jernih layaknya mode HD pada Kamis lalu, Selasa pagi ini, 29 September 2026, kabut asap kembali menyelimuti Kota Bertuah dan membuat kualitas udara anjlok drastis.

Euforia sempat dirasakan warga pada 24 September 2026. Setelah berminggu-minggu pengap akibat karhutla, warga Pekanbaru mengaku senang dan bersyukur bisa kembali merasakan udara segar dan langit biru bersih tanpa kabut setelah kota ini diguyur hujan.

Data saat itu memang sangat baik. Pantauan BMKG pukul 10.00 WIB mencatat konsentrasi PM2.5 hanya 9,2 µg/m³ yang masuk kategori Baik. Senada, IQAir pukul 11.00 WIB mencatat AQI US 51 dengan PM2.5 9,3 µg/m³. Bahkan Pekanbaru sempat dinobatkan sebagai kota dengan udara terbersih nomor satu di Indonesia secara real-time. Dampaknya, aktivitas sekolah pun sudah kembali digelar tatap muka.

Namun kebahagiaan itu tidak bertahan lama.

Baca Juga: Saling Kejar Poin, SMA Budi Mulia Dua Raih Kemenangan di DBL: Patuhi Instruksi Coach adalah Kunci

Pagi ini, Selasa (29/9/2026), warga kembali mencium bau sangit dan melihat langit menguning. Pantauan BMKG pukul 07.00 WIB menunjukkan lonjakan ekstrem, konsentrasi PM2.5 tembus 131 µg/m³ atau masuk kategori Tidak Sehat. Sementara data IQAir pukul 08.00 WIB mencatat AQI US 184 dengan PM2.5 102 µg/m³, yang menempatkan Pekanbaru di urutan ketiga kota dengan udara terburuk di Indonesia. sumber: BMKG & IQAir

Kondisinya pun tidak merata. Di kawasan Panam, IQAir bahkan mencatat AQI US mencapai 298, sementara stasiun lain berkisar 128-197. Perbedaan angka antar titik wajar terjadi karena perbedaan lokasi alat, waktu update, dan metode pengukuran.

Melihat kondisi ini, warga diimbau untuk kembali mengurangi aktivitas berat di luar ruangan dan memakai masker saat beraktivitas. Ada sedikit harapan dari langit, BMKG memprakirakan Riau berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang pada periode 29 September hingga 1 Oktober 2026, dipicu dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan. Semoga saja hujan benar-benar turun dan Pekanbaru bisa kembali ke mode HD lagi.

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
pekanbaru kebakaran hutan karhutla riau asap