RADAR JOGJA – Kementrian pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai salah satu daerah prioritas dalam program revitalisasi sekolah tahun ini. Sebanyak 1.487 satuan pendidikan di provinsi tersebut akan menerima bantuan perbaikan sarana dan prasarana, mengingat banyak sekolah di wilayah itu berada di kawasan terdepan, tertinggal, dan terluar (3T) yang selama ini kerap luput dari pemerataan pembangunan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pemilihan NTT sebagai lokasi prioritas bukan tanpa alasan. Kondisi geografis yang menantang serta keterbatasan akses membuat sejumlah sekolah di daerah tersebut tertinggal dari sisi fasilitas dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Karena itu, pemerintah pusat memandang perlu adanya intervensi langsung agar kesenjangan kualitas layanan pendidikan tidak semakin melebar.
Program revitalisasi ini menyasar hampir seluruh jenjang pendidikan, mulai dari usia dini hingga sekolah menengah, termasuk pendidikan khusus dan pendidikan nonformal. Berdasarkan data yang dihimpun Kemendikdasmen, jenjang Sekolah Dasar (SD) menjadi penerima manfaat terbesar dengan total 644 sekolah yang akan mendapat kucuran anggaran senilai Rp702,88 miliar. Besarnya alokasi untuk jenjang SD ini sejalan dengan jumlah satuan pendidikan dasar yang memang paling banyak tersebar hingga ke pelosok NTT.
Baca Juga: KPK OTT di Bogor, 17 Orang Diamankan Terkait Dugaan Pengurusan HGB
Di posisi kedua, jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mendapat perhatian serupa dengan 603 lembaga yang akan direvitalisasi, didukung anggaran sebesar Rp232,46 miliar. Sementara itu, jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) turut mendapat porsi cukup besar, yakni 136 sekolah dengan nilai bantuan mencapai Rp161,51 miliar.
Selanjutnya, sebanyak 69 Sekolah Menengah Atas (SMA) akan menerima dana revitalisasi senilai Rp72,71 miliar, disusul 14 Sekolah Luar Biasa (SLB) dengan anggaran Rp21,72 miliar. Untuk jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), terdapat 13 sekolah yang mendapat alokasi Rp12,16 miliar. Adapun Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) turut masuk dalam daftar penerima, dengan 8 lembaga yang memperoleh dana sebesar Rp5,25 miliar.
Secara keseluruhan, total anggaran yang digelontorkan untuk revitalisasi ribuan sekolah di NTT ini mencapai lebih dari Rp1,2 triliun. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk memperbaiki bangunan sekolah yang rusak, melengkapi fasilitas belajar yang masih minim, hingga membangun infrastruktur pendukung lain yang dibutuhkan peserta didik dan tenaga pengajar.
Baca Juga: Siapkan Diri Hadapi Era AI, Apoteker DIY Gandeng Delapan Kampus Farmasi
Abdul Mu’ti berharap, langkah revitalisasi ini tidak hanya berdampak pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga mampu mendorong pemerataan akses pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak di NTT. Ia menekankan bahwa kualitas sarana dan prasarana yang layak menjadi salah satu faktor penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif, sehingga pada akhirnya turut berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh di wilayah tersebut.
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Berbagai Sumber