Kasus ISPA di Bandarlampung Meningkat, Dinkes Perkuat Pemantauan

Fibrian Putri Heragung • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 19:54 WIB
Kasus ISPA di Bandarlampung Meningkat, Dinkes Perkuat Pemantauan
Kasus ISPA di Bandarlampung Meningkat, Dinkes Perkuat Pemantauan

 RADAR JOGJA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandarlampung melaporkan adanya kenaikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), jumlah laporan kasus terus bertambah sejak 4 hingga 7 September 2026.

Kepala Dinkes Kota Bandarlampung Muhtadi Arsyad Tumenggung mengatakan, pada 4 September tercatat sebanyak 527 kasus ISPA. Jumlah tersebut kemudian naik menjadi 632 kasus pada 5 September dan kembali meningkat hingga mencapai 716 kasus pada 7 September 2026.

Kenaikan kasus tersebut ditemukan di sejumlah wilayah kecamatan. Beberapa daerah yang mencatat peningkatan laporan cukup tinggi di antaranya Telukbetung Timur, Kedamaian, Rajabasa, Telukbetung Selatan, Sukarame, dan Tanjungkarang Pusat.

Menurut Muhtadi, peningkatan kasus ISPA tersebut terjadi bersamaan dengan periode erupsi Gunung Anak Krakatau. Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan adanya hubungan langsung antara debu vulkanik dan peningkatan kasus ISPA berdasarkan data dalam jangka waktu yang masih singkat.

Karena itu, Dinkes Bandarlampung terus memperkuat kegiatan surveilans untuk memperoleh gambaran kondisi kesehatan masyarakat secara lebih menyeluruh. Pemantauan dilakukan untuk melihat perkembangan kasus sekaligus mengidentifikasi kemungkinan dampak perubahan kualitas udara.

Baca Juga: Aroma Wangi Kopi Arabika Temanggung, Dedikasi dari Lereng Gunung Tembus Panggung Nasional

Selain ISPA, sejumlah penyakit lain yang berpotensi berkaitan dengan gangguan kualitas udara juga ikut dipantau. Penyakit tersebut antara lain pneumonia, asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), iritasi mata, serta dermatitis.

Namun, hingga saat ini kondisi penyakit penyerta tersebut masih berada dalam keadaan normal dan relatif stabil.

Sebagai bentuk antisipasi, Dinkes juga melakukan pemeriksaan ulang terhadap data kasus yang masuk. Validasi dilakukan secara berlapis untuk memastikan angka yang tercatat benar-benar akurat dan tidak terdapat kesalahan dalam proses pelaporan.

Dinkes turut meminta seluruh puskesmas di wilayah Bandarlampung untuk menyampaikan laporan kasus setiap hari. Langkah ini dilakukan agar perkembangan kondisi kesehatan masyarakat dapat dipantau secara lebih cepat.

Baca Juga: Dampak Abu Vulkanik Ada Edaran Kemenkes, Faskes di Kebumen Ikut Siaga

Pemantauan secara khusus juga diarahkan ke kecamatan yang mengalami kenaikan kasus ISPA paling signifikan. Dengan pengawasan tersebut, Dinkes berharap perubahan pola penyakit dapat diketahui sedini mungkin sehingga langkah penanganan dapat segera dilakukan apabila diperlukan.

( FIBRIAN PUTRI HERAGUNG )

Sumber: Berbagi Sumber

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
ispa bandar lampung Abu Vulkanik gunung anak krakatau infeksi saluran pernapasan akut