SIDOARJO — Sebanyak 83 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur,menfdapat penanganan medis setelah mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan program makan bergisi garatis(MBG).
Para santri tersebut mengonsusmsi menu MBG Pada selasa (1/9/2026) siang.setelah itu,sejumlah santri mengalami keluahan kesehatan hingga harus mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan di Sidoarjo
Berdasarkan data terbaru Rumah Sakit Siti Hajar pada Rabu (2/9/2026) pukul 08.48 WIB, sebanyak 83 santri telah mendapat penanganan. Dari jumlah tersebut, 34 pasien masih menjalani rawat inap, sedangkan 49 lainnya mendapatkan perawatan secara rawat jalan.
Kondisi kesehatan para santri yang menjalani perawatan dilaporkan mulai membaik.sebagian pasien bahkan telah di perbolehkan pulang setelah kondisi mereka dinilai cukup stabil.Namun,masih terdapat santri yang harus menjalani perawatan dan pemantauan lebih lanjut di rumah sakit.
Kasus tersebut terjadi setelah ratusan santri dan santriwati ponpes manbaul Hikam mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi menu MBG.penanganan kemudia dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Sidoarjo sesuai kondisi masing-masing pasien.
Baca Juga: Kampung Batik Kauman Solo, Jejak Batik Keraton yang Tetap Lestari
Dugaan gangguan kesehatan tersebut masi dalam penanganan.karena itu,penyebab pasti kejadian belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan keluhan yang dialami para santri.
Perkembangan kondisi para santri masi di perhatikan setelah kejadian tersebut.masyarakat juga dihimbau untuk tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab sebelum terdapat informasi atau hasil pemeriksaan dari piuhak yang berwenang.
Kasus ini kembali menjadi perhatian terhadap pelaksanaan program makan bergizi gratis,khusunya dalam memastikan makanan yang di berikan kepada penerima manfaat tetap memenuhi standar keamanan dan kelayakan konsumsi.
(Maria Margaretha Nirong Gedo)
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Jawa Pos