RADAR JOGJA - Nasib seorang lansia miskin di Pekalongan, Jawa Tengah menjadi sorotan setelah bantuan sosial yang seharusnya diterima justru dihentikan.
Penyebabnya cukup bikin heran, yakni data penerima disebut terindikasi terkait judi online.
Padahal, dari informasi yang dihimpun, lansia tersebut bahkan tidak memiliki handphone.
Ia juga disebut tidak bisa membaca dan menulis.
Baca Juga: Cegah Temuan Proyek Asal Jadi, BPKP DIY Audit Pembangunan Gerai KDMP Kulon Progo Sebelum Beroperasi
Kondisi itu membuat alasan pencoretan dari penerima bansos dipertanyakan.
Sebab, aktivitas judi online umumnya membutuhkan perangkat dan akses internet, sementara lansia tersebut disebut tidak mempunyai HP untuk melakukan aktivitas tersebut.
Persoalan ini kemudian menjadi perhatian karena bansos bagi masyarakat kurang mampu bukan sekadar bantuan tambahan, tetapi bisa menjadi salah satu penopang kebutuhan sehari-hari.
Ketika bantuan tiba-tiba dihentikan karena adanya dugaan atau indikasi yang tidak sesuai dengan kondisi penerima, tentu perlu ada pengecekan kembali.
Baca Juga: Dishub DIY Janji Evaluasi Portal Malioboro Seusai Video Lansia Berkursi Roda Terhalang Viral
Kasus ini juga menunjukkan pentingnya memastikan data penerima bansos sebelum dilakukan penonaktifan.
Jangan sampai sistem membaca adanya keterkaitan dengan aktivitas tertentu, sementara kondisi sebenarnya di lapangan justru berbeda.
Terlebih, penerima yang dibicarakan merupakan lansia dengan keterbatasan dalam membaca dan menulis.
Kondisi tersebut membuat persoalan ini semakin menarik perhatian publik.
Meski begitu, status “terindikasi judi online” tidak sama dengan terbukti melakukan judi online.
Baca Juga: Warga Bantul Desak Kolam Koi Ditutup Permanen, Soroti Izin hingga Ancaman Keselamatan
Karena itu, perlu ada proses verifikasi dan klarifikasi agar keputusan pencoretan bantuan benar-benar berdasarkan kondisi penerima yang sebenarnya.
Kasus lansia di Pekalongan ini pun menjadi pengingat bahwa pendataan bantuan sosial tidak cukup hanya mengandalkan data digital.
Kondisi penerima di lapangan juga perlu dilihat dan diperiksa agar bantuan tetap sampai kepada masyarakat yang memang membutuhkan.
Editor : Meitika Candra Lantiva