Kemenhut Gandeng Vantara Perkuat Infrastruktur Kesehatan Satwa Liar

Muhammad Ibrahim Al Fattih • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 20:57 WIB
Tingkatkan kualitas konservasi satwa liar di Indonesia.
Tingkatkan kualitas konservasi satwa liar di Indonesia.

 JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus meningkatkan kualitas konservasi satwa liar di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan yakni memperkuat infrastruktur kesehatan satwa liar di berbagai kawasan konservasi.

Upaya tersebut dilakukan melalui kemitraan dengan Vantara dan PT Fauna Land Group. Vantara merupakan salah satu inisiatif konservasi satwa liar terbesar di dunia, sedangkan PT Fauna Land Group dikenal sebagai salah satu organisasi satwa liar terkemuka di Indonesia.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan konservasi satwa liar merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, diperlukan fasilitas, keahlian, dan sumber daya yang memadai untuk memastikan satwa liar mendapatkan perawatan yang dibutuhkan.

Menurutnya, kemitraan dengan Vantara dan PT Fauna Land Group diharapkan dapat memperkuat infrastruktur kesehatan satwa liar sekaligus mendukung upaya konservasi di Indonesia.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Masih Siaga Level III

“Vantara memberikan dukungan berupa pengalaman, keahlian, dan sumber daya. Seluruh fasilitas dan program dalam kerja sama ini akan dimiliki, dioperasikan, dan dikelola oleh Pemerintah Indonesia dan otoritas terkait, sehingga dapat melayani prioritas konservasi Indonesia serta satwa liar untuk generasi mendatang,” ujar Raja Juli Antoni di Jakarta, Senin (24/8).

Vantara Siapkan Keahlian dan Dukungan Teknis

Special Director, Compliance & Due Diligence Vantara, Ajit Kulkarni, mengatakan Indonesia merupakan rumah bagi salah satu keanekaragaman hayati paling luar biasa di dunia.

Karena itu, pihaknya menilai kerja sama tersebut menjadi kesempatan penting untuk mendukung Indonesia dalam menjaga kekayaan alamnya.

Vantara, kata Ajit, telah mengembangkan keahlian di bidang kesehatan satwa liar, perawatan veteriner, pemeliharaan satwa, hingga konservasi. Keahlian tersebut akan dibagikan untuk mendukung program konservasi yang dijalankan Indonesia.

“Kami juga berharap dapat belajar dari pengalaman konservasi Indonesia yang sangat besar. Yang terpenting, kami ingin kemitraan ini menghasilkan sesuatu yang nyata dan berkelanjutan bagi satwa liar,” ujar Ajit.

Dalam program kerja sama tersebut, Vantara menyediakan keahlian veteriner khusus, dukungan teknis, bantuan infrastruktur, serta peningkatan kapasitas bagi program yang dipimpin oleh otoritas Indonesia.

Salah satu program yang disiapkan yakni pelatihan peningkatan kapasitas bagi perawat gajah, dokter hewan, serta pejabat lain yang terlibat dalam pengelolaan satwa liar di Indonesia.

Baca Juga: Enam Pesawat TNI AU Dikerahkan Bawa Bantuan ke Wilayah Terdampak Bencana

Sediakan 10 Rumah Sakit Satwa Bergerak

Selain pelatihan, Vantara juga akan menyediakan 10 Rumah Sakit Satwa Bergerak (Hospitals on Wheels). Fasilitas tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan satwa liar di habitat alami yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Penguatan fasilitas kesehatan juga akan dilakukan di Rumah Sakit Gajah Way Kambas. Vantara akan mendukung peningkatan kapasitas fasilitas tersebut menjadi Elephant Treatment and Care Centre.

Peningkatan tersebut mencakup penyediaan peralatan, perangkat, dan teknologi canggih untuk mendukung perawatan gajah.

Melalui berbagai program tersebut, pemerintah berharap kapasitas Indonesia dalam menangani kesehatan dan perawatan satwa liar semakin kuat. Kemitraan ini juga diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi upaya konservasi serta kelestarian satwa liar di Indonesia.

(Muhammad Ibrahim Al Fattih)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Jawa Pos
gajah hutan kawasan satwa liar konservasi