Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lima Hari Dicari di Hutan Pathuk Tritis, Mbah Gito Ditemukan Meninggal Dunia

D
Penulis: Delima Purnamasari❯
Proses pencarian Mbah Gito - Dokumentasi Tim SAR
Proses pencarian Mbah Gito - Dokumentasi Tim SAR

Advertisement

SLEMAN - Upaya pencarian Gito Sahono Giman yang dilaporkan hilang di kawasan Hutan Pathuk Tritis, Ngandong, Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman akhirnya membuahkan hasil pada Rabu (19/8). Lansia 68 tahun ini dilaporkan hilang sejak Jumat (14/8) lalu.

Korban yang berprofesi sebagai petani tersebut ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada pukul 15.30 dengan keadaan meninggal dunia. 

Koordinator Unit Siaga SAR Sleman, Dhedi Prasetya mengatakan, pencarian pada hari kelima kemarin dilakukan dengan memperluas area penyisiran dan membagi personel menjadi enam search and rescue unit (SRU). Masing-masing SRU melakukan penyisiran di area yang sudah ditentukan. Mulai dari titik duga, sekitar ladang dan rumah korban, hingga beberapa lokasi pencarian di kawasan hutan.

Advertisement

"Pencarian juga kami perkuat dengan penggunaan drone," katanya dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (20/8). 

Dia sebut dua tim drone dikerahkan untuk membantu pemantauan dari udara, khususnya pada titik duga dan area pencarian yang telah ditentukan. Salah satu titik yang menjadi perhatian Tim SAR Gabungan adalah lokasi dengan indikasi adanya banyak lalat yang berterbangan di sekitar area lokasi kejadian perkara. 

Advertisement

“Tim kemudian melakukan pengecekan dan penyisiran secara terukur di area tersebut,” jelasnya.

Setelah melakukan penyisiran di sejumlah sektor, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan korban pada koordinat -7°34'34.2", 110°24'43.2". Sekitar 240 meter dari lokasi kejadian perkara ke arah timur laut. Dhedi mengatakan setelah korban ditemukan, Tim SAR Gabungan langsung melakukan proses evakuasi. Selanjutnya, korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIJ untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Korban langsung kami evakuasi dan diserahkan ke Tim Inafis Polsek Turi,” kata Dhedi.

Operasi SAR hari kelima yang berlangsung di kawasan Hutan Pathuk Tritis tersebut dilangsungkan dalam kondisi cuaca cerah. Dhedi turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang telah bekerja bersama dalam proses pencarian dan evakuasi korban.

"Sinergi dan kerja sama seluruh unsur menjadi bagian penting hingga korban akhirnya berhasil ditemukan,” pungkasnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Lansia Hilang saat Mencari Rumput di Hutan Pathuk, SAR Perluas Pencarian, Terjunkan Lima SRU

Lansia Hilang saat Mencari Rumput di Hutan Pathuk, SAR Perluas Pencarian, Terjunkan Lima SRU

Tim search and rescue (SAR) gabungan terus memperluas pencarian Gito Sehono Giman, 68, Minggu (16/8). Warga Tritis, Ngandong, Kalurahan Girikerto, Turi ini hilang saat mencari rumput di kawasan Hutan Pathuk Tritis ...

Langgar Batas Kesepakatan 300 Meter, Warung Kelontong di Kalasan Akhirnya Ditutup

Langgar Batas Kesepakatan 300 Meter, Warung Kelontong di Kalasan Akhirnya Ditutup

Warung kelontong di Cupuwatu I, Kalasan, Sleman, ditutup setelah dinilai melanggar kesepakatan jarak minimal antarwarung 300 meter. Polisi memediasi perselisihan warga.

Anggota DPRD Sleman Lilik Dwi Wahyana SE; Dongkrak PAD, Maksimalkan Sewa Barang Milik Daerah

Anggota DPRD Sleman Lilik Dwi Wahyana SE; Dongkrak PAD, Maksimalkan Sewa Barang Milik Daerah

PEMERINTAH Kabupaten Sleman memiliki banyak aset yang bisa dimanfaatkan publik dengan sistem sewa. Seperti stadion, gelanggang olahraga, gedung serba guna, wisma, hingga lapangan. Semuanya tergolong barang milik daerah

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer