RADAR JOGJA - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan semakin menjadi masalah yang serius beberapa hari belakangan.
Pasalnya, titik karhutla di Kalimantan saat ini semakin meluas alih-alih berkurang.
Tidak hanya berdampak ke manusia, karhutla juga berdampak kepada hewan satwa yang berhabitat asli di hutan.
Kalimantan merupakan hutan hujan tropis terluas di Asia Tenggara dan menjadi salah satu yang terluas di benua Asia, serta diakui secara global sebagai paru-paru dunia.
Baca Juga: Pemda DIY dan Imigrasi Gelar Layanan Paspor Kolektif di Kompleks Kepatihan
Namun sayangnya, paru-paru dunia sekaligus pemilik ekosistem terkaya di dunia itu kini sedang dilahap oleh kobaran api yang tidak kunjung kenyang.
Netizen mulai menyoroti satwa endemik yang memiliki habitat asli di sana yang mulai kehilangan tempat tinggal akibat karhutla, terutama orang utan dan bekantan.
Sebelumnya (10/08/2026), seekor orang utan yang bernama Wak terlihat memasuki perkebunan warga di Ketapang, Kalimantan Barat, setelah melarikan diri dari kebakaran hutan.
Untungnya, Wak berhasil dievakuasi dan diselamatkan.
Baca Juga: Viral Anak Menkeu Masuk Desil 7: Apa Artinya dan Bagaimana Cara BPS Menentukan Kategori Kesejahteraa
Selain itu, pada hari ini (21/08/2026) seekor bekantan terlihat mengungsi dan menaiki atap rumah warga di Nagara, Kalimantan Selatan.
Masalah ini tidak hanya menjadi perhatian netizen Indonesia saja, tetapi juga masyarakat internasional.
Di media sosial, netizen Indonesia maupun internasional mengutarakan kekhawatirannya tentang satwa liar ini dan mulai saling berbagi informasi, serta menggalakkan donasi demi menyelamatkan orang utan dan satwa liar lainnya.
Editor : Meitika Candra Lantiva