1.487 Titik Panas Kepung Kalimantan, Kabut Asap Mulai Meluas

Muhammad Ibrahim Al Fattih • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:08 WIB
Kebakaran hutan terjadi di Kalimantan.
Kebakaran hutan terjadi di Kalimantan.

 JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.487 titik panas terdeteksi di wilayah Kalimantan hingga Kamis (20/8/2026). Ribuan titik panas tersebut tersebar di sejumlah provinsi dan mulai berdampak pada munculnya kabut asap serta menurunnya jarak pandang di beberapa wilayah.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan sebaran titik panas di Kalimantan masih menjadi perhatian pemerintah. Berdasarkan pemantauan Satelit NOAA-20, konsentrasi titik panas tertinggi berada di Kalimantan Tengah dengan 767 titik.

“Kalimantan Barat sebanyak 560 titik. Sementara itu, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing terpantau 74 titik, sedangkan Kalimantan Utara sebanyak 3 titik,” kata Berton, dikutip Jumat (21/8/2026).

Tingginya jumlah titik panas tersebut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah musim kemarau.

Baca Juga: Merapi Tidak Tidur, 106 Kali Guguran dan 8 Luncuran Lava Sejauh 2 KM, Status Masih Level III Siaga

BNPB bersama pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan lintas sektor untuk mencegah meluasnya karhutla. Upaya yang dilakukan meliputi pemantauan perkembangan titik panas, pemetaan wilayah rawan, hingga koordinasi penanganan berdasarkan kondisi di lapangan.

Pemerintah daerah juga didorong untuk memperkuat sistem kesiapsiagaan, pemantauan, serta deteksi dini. Selain itu, ketersediaan sarana dan prasarana pemadaman harus dipastikan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.

BNPB mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas pembakaran, terutama di wilayah yang rawan terbakar. Warga yang mengetahui adanya kebakaran juga diminta segera melaporkannya kepada otoritas setempat agar dapat ditangani dengan cepat.

Operasi Terpadu Dikerahkan

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyatakan operasi terpadu telah dilakukan untuk menangani karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan. Operasi tersebut melibatkan BNPB, BMKG, pemerintah daerah dan BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, pelaku usaha, relawan, serta masyarakat.

Baca Juga: Ngakunya untuk Kebutuhan Sehari-hari, Pasutri 14 Kali Curi Kambing sejak 2025

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, mengatakan peningkatan signifikan jumlah titik panas terdeteksi pada 19 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.

Pada saat itu, Kalimantan Barat mencatat 259 titik panas berkepercayaan tinggi, Kalimantan Tengah 242 titik, dan Kalimantan Selatan 17 titik. Totalnya mencapai 518 titik atau lebih dari empat kali lipat dibandingkan hari sebelumnya.

Kondisi tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas kebakaran yang perlu segera diantisipasi agar tidak berkembang menjadi karhutla yang lebih luas.

Kabut Asap Dilaporkan di Sejumlah Wilayah

Pemerintah juga telah menerima laporan masyarakat mengenai kabut asap dan terbatasnya jarak pandang di sejumlah daerah. Laporan tersebut disertai berbagai dokumentasi berupa video dan informasi dari Sungai Tabuk, Banjarbaru, Banjarmasin, Palangka Raya, Pontianak, serta sejumlah wilayah lainnya.

Baca Juga: Sajikan Tari Kolosal dan Makan Bareng Nasi Tempelang di Upacara Hari Jadi ke-397 Kebumen

Ristianto mengatakan laporan masyarakat menjadi salah satu masukan penting bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan di lapangan.

“Visual yang disampaikan masyarakat menggambarkan kondisi nyata pada lokasi dan rentang waktu tertentu, serta menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam mengarahkan patroli, pemeriksaan lapangan, pemadaman, dan perlindungan masyarakat di wilayah terdampak,” ujarnya.

Dengan jumlah titik panas yang terus meningkat dan mendekati 1.500 titik, pemerintah mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan. Pencegahan dini dinilai penting untuk menekan risiko meluasnya karhutla serta dampaknya terhadap kesehatan, aktivitas masyarakat, dan jarak pandang di berbagai wilayah Kalimantan.

(Muhammad Ibrahim Al Fattih)

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
Kabut asap hutan Kebakaran kalimantan banjarmasin