BANJARMASIN - Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di tengah musim kemarau. Kondisi ini menyebabkan kualitas udara menurun dan mengganggu aktivitas masyarakat di beberapa daerah.
Di Kalimantan Tengah, kabut asap dilaporkan terlihat cukup pekat dalam beberapa hari terakhir. Jarak pandang di sejumlah ruas jalan berkurang sehingga pengendara diminta lebih berhati-hati saat berkendara. Warga juga mulai membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama pada pagi dan malam hari ketika asap terlihat lebih tebal.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kualitas udara di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, sempat berada pada kategori berbahaya. Tingginya konsentrasi partikel halus di udara menjadi salah satu indikator memburuknya kualitas udara akibat asap karhutla.
Kabut asap tidak hanya berdampak pada jarak pandang, tetapi juga berisiko mengganggu kesehatan. Paparan asap dalam waktu lama dapat menyebabkan iritasi mata, batuk, sesak napas, hingga memperburuk kondisi bagi penderita penyakit pernapasan. Karena itu, masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Baca Juga: Netizen Pertanyakan Tak Ada Tuntutan Perampasan Aset dalam Aksi BEM UI
Pemerintah bersama berbagai instansi terus melakukan upaya penanganan karhutla melalui pemadaman darat maupun udara. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah meluasnya kebakaran sekaligus mengurangi dampak asap yang dirasakan masyarakat.
Masyarakat juga diminta untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di lingkungan sekitar. Upaya pencegahan dinilai menjadi kunci untuk menekan risiko kebakaran yang lebih luas selama musim kemarau berlangsung.
Dengan kondisi kabut asap yang kembali muncul di sejumlah wilayah Kalimantan, kewaspadaan masyarakat dan penanganan yang cepat menjadi hal penting agar dampak terhadap kesehatan, aktivitas sehari-hari, dan lingkungan dapat diminimalkan.
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Berbagai Sumber