RADAR JOGJA - Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) semakin memenuhi jalanan di beberapa titik wilayah Kalimantan hingga Rabu (19/8/2026) pagi.
Kebakaran hutan di Kalimantan memang sudah terus menerus terjadi di musim kemarau dan menjadi bencana tahunan.
Pada tahun ini pun, kebakaran tersebut sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu.
Namun, asap pekat yang dihasilkan oleh kebakaran tersebut saat ini mulai memenuhi jalanan dan menghalangi lalu lintas.
Baca Juga: Prediksi Skor Philadelphia Union vs Inter Miami MLS, Tekad Bangkit Lionel Messi Cs
Di wilayah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, asap karhutla terlihat menutupi sepanjang jalan dan jembatan.
Pengendara harus sangat berhati-hati karena jarak pandang sangat tipis dan hanya terlihat sekitar tiga motor di depan.
Bahkan pada saat siang hari, sinar matahari tidak cukup untuk menembus asap tebal karhutla tersebut.
Pengendara harus menyalakan lampu kendaraan untuk menghindari risiko kecelakaan.
Penduduk Kalimantan Selatan juga mulai menyampaikan keluhan terhadap kondisi ini.
Baca Juga: Dapur MBG Ikut Bergerak Saat Bencana, SPPG Disiagakan Bantu Pengungsi Gempa NTT
Beberapa orang mengeluh karena tidak dapat menghirup udara segar dan merasakan hidung panas akibat terlalu banyak menghirup asap.
Kondisi ini harus diwaspadai karena dapat menimbulkan risiko penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Asapnya parah banget hari ini. Aku juga agak demam, kebanyakan ngirup asap sampai hidung rasanya panas banget,” tulis netizen dengan username X@vier4x4, yang merupakan warga Banjarbaru, Kalimantan Tengah.
Per siang ini, beberapa kecelakaan akibat jarak pandang yang minim karena kabut asap karhutla sudah mulai dikabarkan.
Pengendara di wilayah yang terkena asap karhutla diharapkan terus berhati-hati di dalam berkendara, dan menggunakan masker ketika keluar dari rumah.
Editor : Meitika Candra Lantiva