Gerak Cepat, Mentan Amran Kirim Bantuan Pangan Rp 75,4 M bagi Korban Bencana Gempa Bumi di NTT

Yogi Isti Pujiaji • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 06:58 WIB
Kami pastikan bantuan beras disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur,” ujar Mentan Amran, Minggu (16/8/2026).
SIGAP: Mentan Amran Sulaiman saat berada di NTT untuk memastikan penyaluran beras bantuan pangan sampai kepada masyarakat terdampak gempa bumi, Minggu (16/8/2026).(ISTIMEWA)

 

JAKARTA — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bergerak cepat membantu masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Sesaat setelah menerima informasi gempat tersebut, Mentan Amran langsung memerintahkan Bulog mengonsolidasikan bantuan pangan ke wilayah bencana. “Dalam kondisi seperti ini, negara hadir dan bergerak cepat. Kami pastikan bantuan beras disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur,” ujar Mentan Amran, Minggu (16/8/2026).

Adapun total bantuan beras untuk empat kabupaten di NTT mencapai 5.386 ton, terdiri atas bantuan bencana dan bantuan pangan reguler. Total nilai bantuan tersebut mencapai sekitar Rp 75,4 miliar.

Dukungan tersebut mencakup Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Ngada, dan Kabupaten Sikka. Secara rinci, Kabupaten Manggarai memperoleh 31,63 ton bantuan bencana dan 1.799 ton bantuan pangan reguler. Kabupaten Manggarai Timur memperoleh 153 ton bantuan bencana dan 1.661 ton bantuan pangan reguler.

Selanjutnya, Kabupaten Ngada mendapatkan 8,06 ton bantuan bencana dan 444,21 ton bantuan pangan reguler. Sementara Kabupaten Sikka memperoleh 6,88 ton bantuan bencana dan 1.281,36 ton bantuan pangan reguler.

Khusus untuk bantuan kebencanaan, total beras yang dialokasikan mencapai 200,35 ton. Bantuan ini diarahkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak langsung dan berada dalam kondisi darurat.

Mentan Amran yang juga kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengatakan, bersama Perum Bulog dan pemerintah daerah, Kementerian Pertanian terus berupaya menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan pangan. Termasuk di wilayah yang mengalami kendala akses akibat dampak bencana. “Prioritas kami adalah masyarakat. Bantuan harus sampai kepada mereka yang membutuhkan. Terutama masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, mengalami keterbatasan akses, maupun berada di wilayah yang terdampak langsung. Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait untuk memastikan ketersediaan dan distribusi pangan tetap aman,” tegasnya.

Menurut Mentan Amran, dengan bantuan tersebut, dukungan pemerintah tidak hanya difokuskan pada kebutuhan pangan dalam masa tanggap darurat. Pemerintah juga memastikan bantuan pangan reguler tetap berjalan sehingga masyarakat di wilayah terdampak tetap memperoleh dukungan pemenuhan kebutuhan pangan.

“Penanganan pangan dalam situasi bencana tidak boleh berhenti pada bantuan darurat. Kami juga memastikan masyarakat tetap memiliki akses pangan setelah masa tanggap darurat. Karena itu, bantuan bencana dan bantuan pangan reguler kami jaga secara bersamaan,” jelasnya.

Amran ingin memastikan tidak ada masyarakat terdampak bencana yang merasa sendirian. "Pemerintah hadir. Pangan tersedia, bantuan kami gerakkan. Koordinasi terus kami perkuat sampai kondisi masyarakat kembali pulih. Ini adalah kerja bersama. Semua unsur harus bergerak dengan satu tujuan, yaitu menyelamatkan dan membantu masyarakat,” katanya.(yog)

Editor : Yogi Isti Pujiaji
gempa bumi NTT mentan amran sulaiman Kementerian Pertanian bantuan pangan