RADAR JOGJA - Keterbatasan ekonomi tak menyurutkan langkah Sahrul, seorang mahasiswa asal Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memeluk gelar sarjana.
Meski tumbuh di tengah keluarga sederhana dan tanpa memiliki laptop pribadi, ia berhasil menyelesaikan tugas akhir skripsinya.
Lahir dari keluarga petani dengan penghasilan yang tidak menentu, Sahrul memahami betul kondisi orang tuanya yang kian senja dan tak lagi sanggup membelikan perangkat komputer untuk menunjang perkuliahannya.
Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat Sahrul untuk menuntaskan studi di jenjang perguruan tinggi.
Baca Juga: Barcelona Mulai Cari Pengganti Araujo, Bek Real Betis Masuk Radar Blaugrana
Demi menyelesaikan skripsi, Sahrul harus berjuang ekstra dengan meminjam laptop milik teman-temannya secara bergantian.
Ia rela menyesuaikan jadwal pengerjaan skripsi di sela-sela waktu senggang pemilik perangkat.
"Saya sangat bersyukur memiliki teman-teman yang peduli dan mau meminjamkan laptop mereka," ujar Sahrul.
Perjuangan gigih dan pantang menyerah tersebut akhirnya berbuah manis.
Sahrul resmi dinyatakan lulus dan meraih gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di STKIP Muhammadiyah Kalabahi.
Baca Juga: Roberto Martinez Jadi Kandidat Kuat Pelatih Baru Belanda, KNVB Mulai Buka Negosiasi
Kelulusan Sahrul menjadi kebanggaan tak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi keluarga, para dosen, serta teman-teman yang selama ini mendukung perjuangannya.
Kisah Sahrul menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan finansial bukanlah penghalang untuk menggapai cita-cita, melainkan pembentuk tekad kuat dalam menghadapi setiap tantangan kehidupan.