Sempat Dihentikan, Begini Kronologi Lengkap Perdebatan Pagar Mal Jogja hingga Direspons Sultan

Azri Ghaida Nur Ilya Nahdi • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 10:05 WIB
Pembangunan pagar di area Pakuwon Mall Yogyakarta. (Tangkapan Instagram/merapi_uncover)
Pembangunan pagar di area Pakuwon Mall Yogyakarta. (Tangkapan Instagram/merapi_uncover)

 


RADAR JOGJA - Pemasangan pagar tinggi di Pakuwon Mall Yogyakarta memicu perdebatan masyarakat hingga akhirnya sampai ke telinga Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Pada Rabu (5/8/2026), Sultan menegaskan kondisi DIY tetap aman dan kondusif.

Meski isu pagar mal sempat bikin resah warganet.

Semua bermula dari foto dan video yang beredar di media sosial akhir Juli 2026, memperlihatkan pemasangan pagar besi tinggi di sekeliling Pakuwon Mall Yogyakarta, di Jalan Ring Road Utara, Kabupaten Sleman.

Baca Juga: Pangkas Waktu Hingga Setengah Jam, Jembatan Sesek Temben Hadir Kembali Dengan Panjang 160 Meter


Warganet langsung mengaitkannya dengan fenomena serupa yang lebih dulu viral di Mal Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta, yang memasang pagar abu-abu setinggi 2,5 meter sepanjang 100 meter di dekat pintu masuknya.

Kecurigaan warganet diperkuat fakta bahwa pola serupa juga terjadi di sejumlah mal Pakuwon Group lain di Surabaya, sekaligus lokasi Pakuwon Mall Jogja yang tidak jauh dari Markas Kepolisian Daerah DIY, titik yang beberapa kali jadi lokasi unjuk rasa.


Dugaan ini makin menguat karena publik masih ingat betul kerusuhan akhir Agustus 2025, saat aksi demonstrasi di berbagai kota sempat berujung ricuh. 

Baca Juga: Pasien Jantung Tak Perlu ke Luar Purworejo, Dilayani dengan Cathlab di RSUD dr Tjitrowardojo

Termasuk memaksa Pakuwon Mall Jogja tutup sementara akibat kericuhan di sekitar Mapolda DIY.

Bayang-bayang setahun lalu inilah yang membuat sebagian warganet menafsirkan pagar baru ini sebagai bentuk antisipasi kerusuhan serupa jelang Agustus 2026.

Sebelumnya, pada Senin (3/8/2026), manajemen angkat bicara.

General Manager Pakuwon Mall Yogya Vicky Ratih Wandansari, menegaskan pemasangan pagar sudah direncanakan dan dianggarkan sejak 2025, bukan respons dadakan atas isu keamanan.

Ia menjelaskan pengerjaan sebenarnya dijadwalkan mulai pertengahan hingga awal Juli, namun sengaja ditunda ke musim kemarau karena prosesnya melibatkan pengecatan yang butuh cuaca kering.

Baca Juga: Hasil Singapura vs Indonesia: Gol Ragnar Tak Cukup, Garuda Tersingkir dari ASEAN Championship 2026


Vicky bahkan mengaku "agak mengagetkan" melihat isu ini dikaitkan dengan kekhawatiran keamanan. Bahkan ia sampai menyebut bahwa “gorengan netizen terlalu lezat".


Direktur Marketing Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi, menambahkan pemagaran di seluruh properti grup bertujuan mengatur akses, memperbarui fasilitas lama, meningkatkan keselamatan pengunjung, sekaligus menyeragamkan identitas visual seluruh mal Pakuwon.


Bupati Sleman, Harda Kiswaya, turut menegaskan pemasangan pagar semata-mata untuk merapikan lingkungan kawasan pusat perbelanjaan, bukan sinyal ancaman keamanan.

Akhirnya, pada Rabu (5/8/2026), giliran Sultan HB X memberi pernyataan resmi.

Baca Juga: RSA UGM Menonaktifkan Perawat Yang Cibir Pasien BPJS, Sanksi Berat pun Menanti

Ia menyebut fenomena pemagaran mal bukan cuma terjadi di DIY, tapi juga Jakarta dan Jawa Timur, dan menilainya murni kekhawatiran masyarakat yang berkembang jadi isu liar.

Sultan justru melempar catatan kritis ke arah pemerintah daerah sendiri, bukan cuma menenangkan warga.

Menurutnya, jikalau pemerintah daerah benar-benar bisa memastikan rasa aman masyarakat, pengelola mal semestinya tidak perlu sampai membangun pagar tinggi sebagai pengaman tambahan.

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
Kronologi Lengkap Perdebatan Pagar Mal Jogja sultan hb x Pakuwon Mall Yogyakarta pakuwon