Peminat Program Magang Nasional Tembus 400 Ribu, Kuota Gelombang Pertama Terbatas

Khansa Qisthi Fathinah • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 14:57 WIB
Suasana diskusi tim profesional yang sedang bekerja secara kolaboratif di atas meja kerja penuh dokumen dan laptop dari sudut pandang atas (top-down). (Pinterest/Rutujasatoskar)
Suasana diskusi tim profesional yang sedang bekerja secara kolaboratif di atas meja kerja penuh dokumen dan laptop dari sudut pandang atas (top-down). (Pinterest/Rutujasatoskar)

 


RADAR JOGJA - Minat masyarakat mengikuti Program Magang Nasional atau MagangHub yang digalakkan Kementrian Ketenagakerjaan (Kemenaker) terus menunjukkan peningkatan. 

Hingga penutupan pendaftaran gelombang pertama, jumlah pelamar tercatat telah melampaui 400 ribu orang.

Menteri Ketenagakerjaan Prof Yassierli menyebut, angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan kuota yang disediakan pada tahap awal pelaksanaan program.

Besarnya jumlah pendaftar mencerminkan tingginya kebutuhan lulusan baru dan pencari kerja terhadap kesempatan memperoleh pengalaman di dunia industri.

Baca Juga: Live Sore Ini, Berikut Jadwal Derby Della Madoninna AC Milan vs Inter Milan di Australia

Program ini dinilai menjadi salah satu jalur untuk meningkatkan keterampilan sekaligus memperluas peluang mendapatkan pekerjaan setelah masa magang berakhir.

Pada gelombang pertama, pemerintah menyediakan sekitar 50 ribu posisi magang yang tersebar di berbagai perusahaan swasta, BUMN, hingga kementerian dan lembaga.

Para peserta yang dinyatakan lolos akan ditempatkan sesuai bidang yang dipilih dan mengikuti kegiatan magang selama enam bulan dengan pendampingan dari mentor di masing-masing instansi.

Selain memperoleh pengalaman kerja secara langsung, peserta juga mendapatkan uang saku, perlindungan jaminan sosial, dan sertifikat setelah menyelesaikan program.

Baca Juga: Siswa SMPN 1 Turi Ciptakan Detektor Makanan Basi, DPRD Sleman Dorong Produksi Massal untuk Program MBG

Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu peserta mengembangkan kemampuan teknis maupun keterampilan kerja yang dibutuhkan di dunia profesional.

Program Magang Nasional dilaksanakan melalui kolaborasi pemerintah dengan ribuan mitra dari berbagai sektor industri.

Kerja sama tersebut membuka kesempatan bagi peserta untuk mengenal budaya kerja, memahami kebutuhan perusahaan, hingga membangun jejaring profesional sejak masih mengikuti program.

Tingginya jumlah pelamar membuat proses seleksi menjadi lebih kompetitif.

Baca Juga: Kuba Kembali Gelap Gulita: Krisis Energi Parah Lumpuhkan Jaringan Listrik Nasional

Karena itu, peserta yang belum berhasil pada gelombang pertama masih memiliki kesempatan untuk kembali mendaftar pada pelaksanaan berikutnya.

Pemerintah menargetkan sebanyak 150 ribu peserta dapat mengikuti Program Magang Nasional sepanjang tahun 2026 melalui beberapa gelombang seleksi.

Program ini tidak hanya ditujukan untuk memberikan pengalaman kerja, tetapi juga menjadi upaya memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Dengan terlibat langsung dalam aktivitas kerja, peserta diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik saat memasuki pasar kerja.

Baca Juga: Heboh Kemunculan Ular Piton Raksasa di Kalideres Jakbar, Bikin Warganet Salah Fokus

Melalui program tersebut, pemerintah berharap semakin banyak lulusan muda yang memiliki pengalaman praktis sebelum bekerja secara penuh.

Pengalaman itu diharapkan dapat menjadi bekal untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia sekaligus menjawab kebutuhan industri terhadap sumber daya manusia yang kompeten.

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
Program Magang Nasional MagangHub posisi magang kuota Kemenaker