RADAR JOGJA - Nelayan asal Desa Bido, Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut akhirnya ditemukan.
Nelayan bernama Esau Sidemo (57) ditemukan dalam keadaan selamat di Samudra Pasifik.
Esau dilaporkan hilang hampir satu bulan, sejak 7 Juli 2026.
Ia kemudian ditemukan oleh awak kapal LNG Endeavour berbendera Prancis pada 1 Agustus 2026 sekitar pukul 17.23 waktu setempat (GMT+9).
Baca Juga: 1.422 Calon Paskibraka Gunungkidul Ikuti Apel Jelang HUT Ke-81 RI
Saat ditemukan, kapal yang sedang berlayar tersebut mengubah haluan untuk melakukan proses penyelamatan terhadap nelayan itu.
Berdasarkan informasi yang disampaikan kru kapal kepada keluarga, Esau kini telah berada dalam kondisi aman di atas kapal.
Setelah dievakuasi, ia segera mendapatkan makanan dan minuman untuk membantu memulihkan kondisi tubuhnya yang mengalami dehidrasi akibat berhari-hari terombang-ambing di laut.
Kru kapal juga memastikan kondisi Esau terus dipantau selama berada di atas kapal.
Selain melakukan penanganan awal, mereka telah menjalin komunikasi dengan keluarga korban untuk memberikan perkembangan terbaru mengenai proses penyelamatan tersebut.
“Seperti yang bisa Anda lihat, setelah kami berbicara dengannya, saat ini dia sudah berada dengan selamat di atas kapal kami. Dia mendapatkan makanan yang baik dan sudah mulai makan. Dia juga sudah mulai minum banyak air untuk mengganti cairan tubuh yang hilang karena mengalami dehidrasi saat kami menemukannya di atas perahunya,” dalam pesan kru kapal yang dikirim kepada keluarga Esau.
Pihak kapal juga menyampaikan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan sejumlah otoritas terkait, termasuk pemerintah Prancis sebagai negara bendera kapal, otoritas Indonesia, serta pihak berwenang di pelabuhan tujuan di Tiongkok.
Langkah tersebut dilakukan untuk menentukan lokasi penurunan Esau sekaligus mengatur proses kepulangannya ke Indonesia.
“Kami telah menghubungi semua pihak berwenang, yaitu otoritas bendera Prancis, otoritas Indonesia, serta otoritas di pelabuhan tujuan kami berikutnya, yaitu Tiongkok, untuk menentukan di mana dia akan diturunkan dengan aman dan bagaimana pihak kedutaan akan berkoordinasi agar dia dapat dipulangkan ke Indonesia dengan selamat,” dalam keterangan yang sama disebutkan.
Saat ini Esau masih berada di atas kapal LNG Endeavour yang tengah melanjutkan pelayaran menuju Tiongkok.
Sementara itu, proses koordinasi antara pihak kapal, pemerintah Indonesia, dan otoritas terkait masih berlangsung untuk memastikan pemulangan Esau dapat dilakukan dengan aman setelah 26 hari dinyatakan hilang di lautan.
,
Editor : Meitika Candra Lantiva