Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Badai Baru Manufaktur: Harga Gas Melonjak, 55 Ribu Buruh Keramik Terancam PHK

Esty Destina Rahmadhani • Rabu, 24 Juni 2026 | 13:46 WIB
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. (Jawapos.com)
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. (Jawapos.com)

 
 
RADAR JOGJA - Dunia manufaktur nasional kembali dihantam kabar kurang sedap.

Belum usai gonjang-ganjing PHK di industri otomotif, kini giliran sektor industri keramik yang berada di ujung tanduk.

Gara-gara harga gas industri yang melambung tinggi, puluhan ribu pekerja kini dibayangi ancaman kehilangan mata pencaharian.


Kondisi genting ini terungkap dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, membeberkan bahwa lonjakan harga gas membuat banyak pabrik kelimpungan mempertahankan operasionalnya.

Baca Juga: Presiden FIFA Konfirmasi Penyerahan Trofi Juara Piala Dunia 2026 Dilakukan Bersama-sama dengan Donald Trump


Angka yang Tidak Masuk Akal


Andi Gani menyebutkan, kenaikan harga gas industri saat ini sudah tidak masuk akal.

Akibat gejolak geopolitik global, harganya meroket tajam dari yang semula 6 dolar AS menjadi sekitar 23 dolar AS per MMBTU.


Dampaknya langsung terasa nyata di lapangan.

Dua pabrik keramik raksasa di Bekasi bahkan dilaporkan sudah berhenti beroperasi, dan beberapa produsen besar lainnya seperti Milan Keramik serta Mulia Keramik bersiap menyusul.

Jika keran solusi tidak segera dibuka dalam waktu maksimal sepuluh hari ke depan, ada sekitar 55.000 buruh yang terancam terkena PHK massal.

Baca Juga: Pelarian DPO Taufik Hidayat Berakhir, Sempat Kabur ke Luar Kota, Dibekuk di Kompleks Perumahan

"Ini sangat mengerikan. Sektor lain seperti tekstil yang bergantung pada gas industri pasti akan menyusul dan ikut merasa berat," ujar Andi Gani.

Ia juga menyayangkan ironi Indonesia sebagai salah satu penghasil energi besar, namun justru industri dalam negerinya kelaparan pasokan gas akibat besarnya porsi ekspor.


Respons Cepat di Tengah Forum


Mendengar jeritan para buruh, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang hadir dalam acara tersebut langsung mengambil langkah taktis.

Di hadapan para peserta raker, Dasco langsung merogoh ponselnya dan menelepon Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, untuk mencari jalan keluar darurat.

"Halo Pak Dirut, saya sedang di Raker KSPI. Tadi saya ditanyakan soal masalah gas industri. Rencana pidato saya sampai buyar semua gara-gara masalah ini," kata Dasco dalam sambungan telepon yang didengar langsung oleh para peserta forum dalam tayangan langsung.

Baca Juga: Sering Mengantuk Setelah Makan? Kenali Penyebab Food Coma dan Cara Mengatasinya!


Mendapat laporan langsung dari pimpinan DPR, Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri merespons positif.

Ia berjanji akan segera bergerak cepat melakukan koordinasi dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk untuk mengevaluasi dan menyesuaikan harga gas industri yang dikeluhkan.


"Siap, Pak Dasco. Kami berkomitmen untuk segera berkoordinasi dan melakukan penyesuaian demi mencari solusi terbaik," jawab Simon.


Menanti Langkah Nyata Pemerintah


Selain mengadu ke DPR, pihak serikat pekerja mengaku sudah berkomunikasi dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. 


Sektor padat karya seperti industri keramik sangat bergantung pada keseimbangan antara kebijakan energi nasional dan daya beli pelaku usaha.

Jika tidak ada intervensi cepat, ambruknya industri keramik ini dikhawatirkan akan memicu efek domino yang merontokkan sektor manufaktur lainnya di Indonesia. 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Harga Gas Melonjak #55 Ribu Buruh Keramik Terancam PHK #Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad #manufaktur #Kehilangan Mata Pencaharian