RADAR JOGJA - Masyarakat di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) serta beberapa daerah lain di Pulau Jawa belakangan ini mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi secara bergilir.
Durasi padamnya pun bervariasi, mulai dari setengah jam hingga beberapa jam, bahkan sampai mengganggu fasilitas publik seperti pompa air bersih di Kota Bekasi.
Kondisi ini memicu spekulasi di tengah masyarakat.
Banyak yang menduga pemadaman terjadi karena pasokan batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) menipis, mirip dengan krisis energi yang sempat terjadi pada tahun 2022 lalu.
Apalagi ada kabar yang menyebutkan bahwa Hari Operasi Pembangkit (HOP) di wilayah Jawa-Madura-Bali sudah masuk dalam zona merah atau kritis.
Pemerintah Bantah Isu Krisis Batu Bara
Menanggapi rumor tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) langsung angkat bicara.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menegaskan bahwa kabar mengenai menipisnya stok batu bara untuk kebutuhan listrik nasional sama sekali tidak benar.
"Tidak ada pasokan batu bara yang menipis yang pasti. Memang ada beberapa gangguan terkait teknis. Kami sudah berkomunikasi dengan PLN untuk mengantisipasi agar peristiwa ini tidak berulang," ujar Anggia saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.
Anggia juga memastikan bahwa proses persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan tambang yang sedang berjalan tidak mengganggu suplai energi ke PT PLN (Persero).
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, telah menerapkan kebijakan relaksasi kuota produksi batu bara secara bertahap demi menjaga keseimbangan antara kebutuhan industri dan ketersediaan nasional, terutama di tengah lonjakan harga komoditas global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
PLN Minta Maaf, Murni Masalah Teknis
Pihak Kementerian ESDM menyatakan bahwa akar masalah dari pemadaman bergilir dalam sepekan terakhir ini murni karena faktor kendala teknis dan pemeliharaan sistem, bukan karena kelangkaan bahan bakar primer.
Baca Juga: Javier Aguirre: Hari Yang Sempurna bagi Raul Jimenez
Di sisi lain, PT PLN (Persero) telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terdampak, khususnya di wilayah Jawa Barat seperti Bogor, Bekasi, hingga Bandung.
Pemadaman terpaksa dilakukan secara bergantian demi mengamankan jalur distribusi selama proses perbaikan sistem berlangsung.
Mengingat listrik sudah menjadi kebutuhan pokok yang memengaruhi hajat hidup orang banyak, pemerintah terus berkoordinasi ketat dengan PLN.
Langkah antisipasi dipercepat agar pemeliharaan fasilitas kelistrikan ini segera rampung dan gangguan serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
Editor : Meitika Candra Lantiva