RADAR JOGJA - Badan Gizi Nasional (BGN) berupaya untuk meminta pendapat dari chef Arnold Poernomo yang diduga terlibat dalam penyusunan petunjuk teknis (juknis) terkait program pemerintah yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).
Chef Arnold langsung menanggapi hal itu dan mengonfirmasi bahwa dirinya memang sempat ditawari untuk menyusun program pemerintah tersebut oleh BGN.
Sebagai informasi, penyusunan juknis ini bertujuan untuk memperbaiki tata kelola pelaksanaan program MBG yang disasarkan pada siswa.
Baca Juga: Dianggap Bernuansa Politik, FIFA Paksa Haiti Ubah Desain Jersey untuk Piala Dunia 2026
Melalui unggahan pribadi chef Arnold, Kamis (11/6/2026) menjelaskan mengenai keterlibatannya hanya sebatas memberikan masukan terkait penyusunan juknis.
Bersama timnya sempat melakukan ulasan sejumlah aspek dari program MBG.
“Saya memang diminta untuk memberikan pendapat untuk juknis BGN. Saya dan team tentu sudah review dan mempelajarinya,” kata chef Arnold dalam Instagram storynya.
Akan tetapi, dalam pernyataannya menilai jika program MBG khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) memiliki tantangan yang cukup kompleks.
Baca Juga: Kerap Picu Gejolak Harga, BI dan Pemprov DIY Dorong Gerakan Tanam Cabai di Halaman Rumah
Banyak aspek yang perlu dihadapi terutama dari sisi logistik, bahan, SDM, dan sebagainya.
Setelah mempertimbangkan, chef Arnold memutuskan tidak menerima tawaran dari BGN.
Ia juga menegaskan bahwa masih banyak orang yang lebih paham terkait hal ini.
“Saya rasa banyak orang lain yang lebih hebat, capable dan paham lebih dari saya,” ujarnya.
Selain itu, ia juga memberi masukan mengenai sistem operasional dan berhadap semoga program tersebut bisa lebih strategis.
Editor : Meitika Candra Lantiva