Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Stok Beras RI Tembus 28 Juta Ton, Wamentan Sudaryono Kebut Tanam 750 Hektare Padi di Lamongan Hadapi El Nino

Yogi Isti Pujiaji • Minggu, 31 Mei 2026 | 19:07 WIB
ALSINTAN: Wamentan Sudaryono mencoba mengendarai rice transplanter saat meninjau pelaksanaan gerakan tanam di Desa Kebalankulon, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Sabtu (30/5/2026). (ISTIMEWA)
ALSINTAN: Wamentan Sudaryono mencoba mengendarai rice transplanter saat meninjau pelaksanaan gerakan tanam di Desa Kebalankulon, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Sabtu (30/5/2026). (ISTIMEWA)

 

LAMONGAN – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengakselerasi gerakan tanam (gertam) padi seluas 750 hektare di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Langkah tersebut sebagai upaya memperkuat produksi beras nasional dan menjaga momentum peningkatan luas tanam di salah satu lumbung pangan utama Indonesia.

Dalam upaya percepatan tersebut, Wamentan Sudaryono bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy meninjau langsung pelaksanaan gertam di Desa Kebalankulon, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Sabtu (30/5/2026).

Pada kesempatan itu, rombongan menyaksikan penanaman padi varietas Inpari 32 di lahan seluas 12 hektare yang menjadi bagian dari capaian tanam harian 750 hektare.

Selain melakukan penanaman bersama, Sudaryono didampingi Rachmat Pambudy dan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyerahkan bantuan stimulan pertanian secara simbolis kepada perwakilan petani setempat guna mendukung peningkatan produktivitas.

Bantuan yang disalurkan meliputi benih padi, benih jagung, hand tractor, dan rotavator.

Mas Dar, sapaan akrab Sudaryono, menegaskan bahwa peningkatan produksi pangan hanya dapat dicapai melalui peningkatan luas tanam. Karena itu, pemerintah terus memastikan seluruh kebutuhan petani terpenuhi, mulai dari air irigasi, benih, pupuk, hingga alat dan mesin pertanian.

"Yang kita panen adalah hasil dari yang kita tanam. Kunci pertanian itu sederhana, kalau ingin panennya lebih banyak maka tanamnya harus lebih banyak. Karena itu pemerintah memastikan seluruh kebutuhan produksi dipenuhi agar petani bisa meningkatkan luas tanam dan produktivitasnya," katanya.

Menurut Mas Dar, Lamongan memiliki posisi penting dalam mendukung target produksi pangan nasional karena merupakan salah satu kabupaten dengan produktivitas pangan tertinggi di Jawa Timur. Berbagai indikator pertanian di wilayah tersebut juga menunjukkan tren positif, baik dari sisi produktivitas, luas panen, maupun hasil produksi.

Selain mendorong peningkatan produksi, Kementan juga memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi El Nino yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang.

Wamentan memastikan kondisi cadangan pangan nasional saat ini berada dalam posisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Cadangan beras kita, baik yang tersimpan di Bulog, yang masih standing crop dan segera dipanen, maupun yang beredar di masyarakat, totalnya sekitar 28 juta ton. Jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional selama kurang lebih 11 bulan. Katakanlah El Nino berlangsung sampai enam bulan sekalipun, cadangan pangan kita masih cukup untuk menghadapi skenario yang paling berat," ujarnya.

Lebih lanjut, Mas Dar mengungkapkan, berdasarkan berbagai proyeksi dampak El Nino diperkirakan paling kuat terjadi pada periode Juli hingga September dengan puncak pada Agustus. Namun, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk memastikan produksi pertanian tetap terjaga.

Selain menjaga kecukupan cadangan pangan, Kementan terus memperkuat infrastruktur air melalui revitalisasi jaringan irigasi, pembangunan dan perbaikan sarana pengairan, pengeboran air tanah, serta program pompanisasi di berbagai sentra produksi pangan.

Sejak 2024, kata Mas Dar, Kementan telah menyalurkan hampir 100 ribu unit pompa air ke berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari strategi menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman kekeringan dan perubahan iklim.

Pada kesempatan yang sama, Yuhronur Efendi menyampaikan bahwa berbagai program dan bantuan pemerintah telah memberikan dampak positif terhadap penguatan sektor pertanian di daerahnya. Salah satunya melalui kemudahan akses pupuk yang saat ini semakin mudah diperoleh petani.

"Alhamdulillah pupuk di Kabupaten Lamongan saat ini aman, tersedia dengan mudah dan harga yang terjangkau. Ini menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian di Lamongan," ucapnya.

Menurut Yuhronur, Pemerintah Kabupaten Lamongan juga terus memperkuat kesiapan menghadapi perubahan iklim melalui optimalisasi jaringan irigasi, pemanfaatan pompanisasi, serta normalisasi saluran air guna menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian.

"Kami akan memaksimalkan saluran irigasi yang ada, memanfaatkan bantuan pompa melalui irigasi perpompaan maupun perpipaan, serta terus melakukan perbaikan dan normalisasi jaringan irigasi. Di saat yang sama, kami juga terus mendorong penggunaan mekanisasi pertanian mulai dari penanaman, pemeliharaan hingga panen agar produktivitas semakin meningkat," paparnya.

Melalui percepatan tanam, penguatan sarana produksi, modernisasi pertanian, serta langkah mitigasi perubahan iklim, pemerintah optimistis target peningkatan produksi pangan nasional dapat tercapai sekaligus menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat di tengah berbagai tantangan global dan iklim.(yog)

Editor : Yogi Isti Pujiaji
#lamongan #Kementerian Pertanian #Wamentan #stok pangan