Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gerakan Tanam Serentak Se-Indonesia, Kementerian Pertanian Percepat Tanam Oplah dan CSR untuk Jaga Produksi Pangan

Yogi Isti Pujiaji • Jumat, 22 Mei 2026 | 21:59 WIB
OPLAH: Kepala BPPSDMP Kementan Idha Widi Arsanti (tengah) mengikuti kegiatan tanam serempak di  Desa Bojonglegok, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, Jumat (22/5/2026). (ISTIMEWA)
OPLAH: Kepala BPPSDMP Kementan Idha Widi Arsanti (tengah) mengikuti kegiatan tanam serempak di Desa Bojonglegok, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, Jumat (22/5/2026). (ISTIMEWA)

 

SUKABUMI – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan melalui pencapaian swasembada pangan nasional berkelanjutan, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melaksanakan gerakan tanam serempak, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan tanam dipusatkan di Desa Bojonglegok, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Sekaligus dilaksanakan serentak secara nasional di 26 provinsi se-Indonesia. Dengan target tanam seluas sekitar 50 ribu hektare. Yakni pada area lokasi optimalisasi lahan (oplah) 2024 seluas 21.093 hektare dan oplah 2025 dengan luas 27.472 hektare. Serta lahan cetak sawah rakyat (CSR) 2025 seluas 1.700 hektare.

Hadir di Sukabumi, di antaranya, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti, bupati Sukabumi yang diwakili Staf Ahli Bupati Tri Romadhono beserta jajaran pemerintah daerah.
Sedangkan provinsi yang berpartisipasi dalam kegiatan ini, antara lain, Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Papua, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya. Serta sejumlah wilayah lainnya.

Gerakan ini menjadi langkah konkret Kementerian Pertanian dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung tercapainya swasembada padi secara berkelanjutan.
Selain itu, percepatan tanam juga menjadi strategi antisipasi terhadap dampak perubahan iklim, termasuk potensi El Nino, yang berisiko menurunkan produksi pangan akibat berkurangnya ketersediaan air dan mundurnya musim tanam.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam serentak menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas produksi nasional di tengah tantangan global dan iklim. Percepatan tanam dilakukan untuk menjaga momentum produksi nasional agar kebutuhan pangan tetap terpenuhi di tengah ancaman kekeringan dan perubahan iklim.

Mentan Amran juga telah menerbitkan surat edaran kepada kepala daerah sebagai langkah mitigasi dan antisipasi musim kemarau yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang.

Dalam surat edaran tersebut, pemerintah daerah diminta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kekeringan melalui pemetaan wilayah rawan kekeringan, pendataan potensi sumber air, serta optimalisasi indeks pertanaman di wilayah masing-masing. 

Selain itu, langkah mitigasi juga dilakukan melalui percepatan tanam, pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, penggunaan benih tahan kekeringan, serta pembangunan infrastruktur air seperti embung, long storage, dan sumur bor, guna menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Idha Widi Arsanti mengungkapkan bahwa keberhasilan gerakan tanam serentak sangat ditentukan oleh pengawalan di lapangan, khususnya oleh penyuluh pertanian bersama petani. “Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan yang kuat di lapangan. Penyuluh bersama petani menjadi kunci untuk memastikan lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan memberikan hasil optimal,” ujarnya.

Menurut Idha, gerakan tanam serentak yang kembali dilaksanakan untuk keenam kalinya menjadi upaya percepatan peningkatan indeks pertanaman di berbagai wilayah. “Alhamdulillah lebih dari 50 ribu hektare lahan telah kembali tertanami,” ucapnya.

Idha menegaskan, gerakan ini menjadi akselerator untuk mendorong petani terus melakukan tanam setelah panen, sehingga produktivitas dan indeks pertanaman dapat meningkat. Dari satu kali tanam menjadi dua hingga tiga kali tanam dalam setahun. "Percepatan tanam perlu dilakukan dengan memanfaatkan sisa air pada penghujung musim hujan agar tanaman dapat tumbuh optimal sebelum memasuki periode kering," tuturnya.

Selain itu, lanjut Idha, penggunaan alat dan mesin pertanian seperti rice transplanter, drone pertanian, dan dukungan teknologi lainnya akan mempercepat proses tanam, meningkatkan efisiensi, serta membantu petani dalam menghadapi keterbatasan tenaga kerja.

Tak lupa, Idha mengingatkan agar kegiatan tanam tidak hanya dilakukan saat gerakan tanam serentak, tetapi terus berlanjut secara konsisten di lapangan. “Tanam harus terus berjalan setiap hari, tidak hanya saat gerakan tanam serentak saja. Penyuluh juga harus tetap semangat mendampingi petani dalam kegiatan pertanaman di wilayah masing-masing,” pesannya.

Dalam sesi dialog, menanggapi berbagai kebutuhan yang disampaikan daerah, Idha menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh pemerintah daerah dan menegaskan bahwa kebutuhan pendukung pertanian dapat diusulkan melalui mekanisme yang berlaku. “Untuk kebutuhan alsintan, benih, jalan usaha tani, dan kebutuhan pendukung lainnya dapat segera diusulkan sesuai mekanisme yang ada agar dapat segera ditindaklanjuti,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Mesuji Hj. Elfianah Khamamik mengungkapkan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Kementerian Pertanian dalam meningkatkan indeks pertanaman di daerahnya.
Apresiasi terhadap pelaksanaan gerakan tanam serentak juga disampaikan oleh Bupati Aceh Besar Muharram Idris; Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga; Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan; Sekretaris Daerah Pinrang Andi Calo Kerrang; serta Staf Ahli Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Andrianto Wicaksono. Mereka menilai gerakan tanam serentak memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas pertanian di daerah masing-masing.

Adapun pelaksanaan kegiatan tanam serentak melibatkan berbagai pihak, mulai  Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), pemerintah daerah, hingga penyuluh pertanian dan petani di lokasi pelaksanaan.
Gerakan tanam serentak ini juga menjadi bagian dari upaya modernisasi pertanian dan regenerasi petani melalui pelibatan generasi muda dalam pembangunan sektor pertanian nasional.(yog)

Editor : Yogi Isti Pujiaji
#gerakan tanam serentak #kementan #mentan amran #BPPSDMP